Duh, Tak Ada Perbaikan Untuk Jalan Congot-Glagah

Sejumlah anggota Paguyuban Usaha Penginapan Mandiri Maju Bersama, tengah menguruk lubang di jalan Congot-Glagah, Kecamatan Temon, Rabu (8/1/2020). - Harian Jogja / Jalu Rahman Dewantara
10 Januari 2020 03:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Kerusakan jalan Congot-Glagah yang menjadi jalur alternatif menuju Obyek Wisata Pantai Glagah, Kecamatan Temon, nampaknya tidak akan diperbaiki oleh pemerintah setempat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Gusdi Hartono sebelumnya menyatakan, pada tahun ini tidak ada rencana perbaikan jalan Congot-Glagah.

Alasannya, kawasan jalur tersebut akan dijadikan sebagai kawasan green belt dan wisata hutan berdasarkan Detail Enginering Desain (DED) Penataan Pantai Glagah, yang disusun oleh Dinas Pariwisata. “Setahu saya akses jalan itu nanti untuk jalan kaki," ujarnya, Rabu (8/1/2020).

Sementara itu Kepala Seksi Sarana Prasarana Bidang Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Kulonprogo, Fitrilianawati, kepada wartawan, Kamis (9/1/2020) mengatakan, hanya ada tiga proyek yang digarap jawatannya berdasarkan APBD murni 2020.

Ketiga proyek itu yakni renovasi Dermaga Wisata Glagah, Penataan Pantai Glagah (Kedua lokasi ini masuk kawasan Obyek Wisata Pantai Glagah, Kecamatan Temon) dan rehab kios di kawasan Obyek Wisata Puncak Suroloyo, Kecamatan Samigaluh.

Sedangkan untuk Jalan Congot-Glagah, tidak ada rencana perbaikan. Menurut Fitri, Jalan Congot-Glagah, bukan jalur wisata sehingga perbaikan tidak di ranah kantornya. Dan berdasarkan DED Penataan Pantai Glagah, jalan tersebut besar kemungkinan tidak lagi digunakan. Sebab, kawasan lahan di selatan Yogyakarta International Airport (YIA), yang menjadi lokasi jalan tersebut, akan menjadi sabuk hijau bandara.

"Setau saya itu nanti untuk hutan, kalau masalah jalan, saya sendiri kurang tau," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya pelaku wisata Pantai Glagah yang tergabung dalam Paguyuban Usaha Penginapan Mandiri Maju Bersama secara swadaya memperbaiki jalan Congot-Glagah, Rabu. Mereka kerja bakti menutup sejumlah lubang menggunakan pasir yang dibeli dari iuran anggota.

Perbaikan dilakukan sebagai bentuk kepedulian paguyuban terhadap rusaknya jalan tersebut. Namun sampai kemarin, belum ada perhatian dari para pemangku kebijakan.