Festival Bregada Rakyat DIY 2026 Hadirkan Juara dari 15 Tahun Penyelenggaraan
Festival Bregada Rakyat DIY 2026 menghadirkan 18 kelompok di Sleman. Simak jadwal, kriteria penilaian, hadiah, dan daftar peserta.
Bupati Sleman, Sri Purnomo/Suara-Muhammad Ilham Baktora
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksaan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang sedianya digelar pada 29 Maret mendatang. Penundaan tersebut dilakukan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.
Penundaan pelaksanaan Pilkades tersebut disampaikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo. Menurut Sri, pelaksanaan Pilkades dengan mengundang banyak warga memiliki resiko untuk menyebarkan virus Covid-19 atau Corona. Padahal di sisi lain, pemerintah memberlakukan kebijakan untuk melarang orang berkumpul seiring berkembangnya wabah Corona.
"Ya harus mengikuti perintah Presiden, Mendagri dan Kapolri. Di mana kita tidak boleh berkumpul. Kalau berkumpul akan dibubarkan. Padahal Pilkades ya mengumpulkan warga," katanya, Selasa (24/3/2020).
Baca juga: Sleman Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19
Perintah tersebut, lanjut Sri menjadi landasan bagi pemerintah untuk menunda pelaksanaan Pilkades serentak yang akan dilakukan di Sleman pekan ini. Hanya saja, Sri belum bisa memastikan kapan Pilkades di Sleman bisa dilaksanakan. "Penundaan pelaksanaan Pilkades sampai waktu yang belum bisa ditentukan," jawabnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sleman Budiharjo sebelumnya mengatakan jika agenda Pilkades yang digelar dengan menggunakan sistem e-voting tersebut tetap digelar sesuai jadwal. Namun, jika ada hal-hal yang sifatnya sangat mendesak dan khusus, tentunya pelaksanaan Pilkades menunggu kebijakan lebih lanjut dari Pusat.
"Dan surat dari Pusat sudah turun hari ini. Jadi benar pelaksanan Pilkades ditunda," ujar Budiharjo.
Penundaan pelaksanaan Pilkades, katanya, sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. "Ini sebagai bentuk antisipasi Covid-19 meskipun kami sudah menyiapkan hand sanitizer, hand soap dan air mengalir untuk mencuci tangan dan tissue bagi pemilih yang datang di tempat pemungutan suara," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Bregada Rakyat DIY 2026 menghadirkan 18 kelompok di Sleman. Simak jadwal, kriteria penilaian, hadiah, dan daftar peserta.
BGN menegaskan relawan MBG tidak wajib dikurangi. Pengaturan tenaga SPPG tetap memperhatikan biaya operasional Rp3.000 per orang.
Sekitar 1.000 hektare lahan pertanian Bantul terlambat tanam akibat kekurangan air. Petani diminta mengejar empat kali tanam setahun.
PSIM menjamu Dewa United di Bantul, sedangkan Madura United menghadapi Arema FC di Pamekasan. Simak jadwal dan aturan suporter.
Kenali 10 ciri bos toxic, mulai dari gemar mengontrol pekerjaan hingga merendahkan karyawan, serta cara menghadapi perilaku tersebut.
Tiga mahasiswa Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta meraih penghargaan Karya Terpuji Indonesia (IIDSA Meritorious Award