Edukasikan soal Covid-19, Satlantas Polres Bantul Gelar Aksi Teatrikal

Anggota Satlantas Polres Bantul menggelar aksi teratrikal sebagai bentuk upaya edukasi kepada masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19 di Simpang Empat Klodran, Bantul, Selasa (7/4/2020) - Istimewa/Satlantas Polres Bantul\\n\\n
07 April 2020 15:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bantul punya cara unik dalam mengedukasi masyarakat agar mewaspadai penyebaran virus Corona. Mereka menggelar aksi teatrikal di Simpang Empat Klodran, Jalan Jenderal Sudirman, Bantul, Selasa (7/4/2020).

Dalam aksi yang dilakukan sekitar dua menit itu, dua anggota Satlantas mengenakan kostum menyerupai penjahat yang disimbolkan sebagai virus Corona. Keduanya siap menerkam siapa saja termasuk pada pengguna jalan. Virus tersebut juga mengganggu aktivitas warga.

Kedua anggota polisi itu baru bisa dikalahkan oleh sejumlah polisi yang membawa simbol-simbol perlawanan Corona, seperti gunakan masker saat keluar rumah, stay at home, hidup bersih dan hidup sehat, physical distancing, serta tidak membuat acara yang membuat orang berkerumun.

Selain aksi teatrikal, dalam kesempatan tersebut polisi juga membagi-bagikan masker kepada pengguna jalan yang tidak mengenakan masker. “Aksi ini merupakan rangkaian Operasi Keselamatan Progo 2020 selama 14 hari sejak 6-19 April dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Kasatlantas Polres Bantul, AKP Cerryn Nova MP.

Cerryn mengatakan imbauan keselamatan berlalu lintas kali ini mengambil momentum Covid-19 karena polisi juga memiliki kewajiban menjaga masyarakat agar tidak terjangkit virus Corona. Hal itu sesuai dengan Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurut dia Covid-19 ini merupakan pandemi yang terjadi di sejumlah daerah dan negara dan telah mengganggu aktivitas masyarakat sehingga perlu ditaklukan secara bersama-sama dengan menjaga pola hidup bersih, selalu mencuci tangan, mengenakan masker, dan tidak ada kumpul-kumpul.

Cerryn menilai masih masih ada masyarakat di Bantul yang mengabaikan imbauan pemerintah terkait kewaspadaan Covid-19 sehingga pihaknya perlu untuk mengingatkannya, di antaranya melalui sosialisasi dan edukasi yang disampaikan melalui aksi teatrikal. “Aksi teatrikal ini membawa pesan bahwa virus Corona harus dilawan dengan cara menjaga pola hidup bersih, mengenakan masker dan menjaga jarak,” kata dia.

Selama 14 hari ke depan pihaknya akan terus mengingatkan masyarakat untuk mengawal Maklumat Kapolri. Sementara itu soal pemudik, Cerryn mengatakan sejauh ini dalam pemantauannya belum ada peningkatan arus kendaraan yang masuk Bantul. Pihaknya juga sudah mengimbau pihak masyarakat Bantul yang anggota keluarganya merantau ke luar daerah untuk menunda mudik. “Kalaupun terpaksa mudik harus mengkarantina diri selama 14 hari atau tinggal di tempat karantina yang sudah disiapkan Pemkab Bantul,” ucap dia.