Ucapkan Salam Perpisahan, Langgeng Menangis Terisak

Agus Langgeng Basuki didampingi istrinya Wahyuni Indriastuti, tak kuasa menahan air matanya saat memberikan sambutan perpisahan di Ruang Adikarta, kompleks Pemkab Kulonprogo, Rabu (15/4/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
15 April 2020 15:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Tangis haru mewarnai pelepasan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki di Ruang Adikarta, kompleks Pemkab Kulonprogo, Rabu (15/4/2020) pagi.

Tamu undangan yang hadir dalam acara itu tak kuasa menahan air mata saat Langgeng, menyampaikan sambutan perpisahan. Beberapa orang bahkan menangis histeris.

Langgeng yang dalam momen tersebut didampingi sang istri Wahyuni Indriastuti, juga terlihat meneteskan air mata dan sempat terdiam beberapa menit sebelum kembali melanjutkan ucapan perpisahannya.

"Setelah purna, insallah saya bisa lebih konsentrasi dan guyub di wilayah saya tinggal. Kepada seluruh teman-teman instansi Pemkab Kulonprogo, tetap jaga silaturahmi," kata Langgeng dalam sambutan perpisahannya, Rabu (15/4/2020).

Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 59 tahun silam ini sudah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kulonprogo selama 31 tahun. 21 tahun di Dinas Pertanian dan Pangan, dan kemudian menjabat Kepala Bappeda pada Maret 2010.

Sebenarnya Langgeng baru akan pensiun pada Maret 2021 mendatang. Namun pada 7 April 2020, ia memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Kepala Bappeda termasuk melepas status ASN untuk berkompetisi dalam pemilihan Wakil Bupati Kulonprogo sisa masa jabatan 2017-2022.

Belakangan, Langgeng gagal meraih kursi wabup. Dalam rapur pemilihan wabup yang digelar DPRD Kulonprogo, Kamis (9/4/2020) lalu, ia kalah dari pesaingnya, Fajar Gegana. Dari total 40 anggota dewan selaku pemilih, sebanyak 28 orang memberikan suara kepada Fajar, sedangkan Langgeng hanya memperoleh 12 suara.

Dianggap Bagus

Bupati Kulonprogo, Sutedjo, menilai kinerja Langgeng selama tiga dekade menjadi ASN di Kulonprogo cukup bagus, terutama ketika menjabat sebagai Kepala Bappeda.

Selama kurang lebih 10 tahun bertugas di posisi tersebut, Langgeng disebut Sutedjo telah banyak berkontribusi untuk pembangunan daerah. Ide-idenya dianggap cemerlang sehingga kerap dipakai untuk menentukan kebijakan pemkab dalam merencanakan pembangunan.

"Saya secara pribadi salut dengan langgeng. Ide-idenya banyak yang digunakan sebagai kebijakan pemda. Baik saat saya masih jadi camat, kabag, asisten daerah sampai sekarang, kita sudah rasakan seberapa besar pengabdiannya untuk Kulonprogo," ujar Sutedjo, ditemui usai pelepasan Langgeng, Rabu.

"Saya sering sebut langgeng itu kancilnya Kulonprogo, tapi dari sisi positif, soalnya idenya banyak sekali, pemikirannya selalu segar dan memberikan berbagai alternatif dan inovasi untuk Kulonprogo," imbuh Sutedjo.

Sepeninggal Langgeng, jabatan Kepala Bappeda untuk sementara diisi Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kulonprogo Bambang Tri Budi. Dan hingga saat ini, belum diketahui kapan proses pengisian jabatan definitif Kepala Bappeda itu akan digelar.

Sutedjo menerangkan dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama ini akan melibatkan Badan Pertimbangan Jabatan dan Perpangkatan (Baperjakat) Kulonprogo yang bertugas mengusulkan calon. Namun sebelum itu, pemkab perlu bersurat dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait kekosongan jabatan tersebut guna menentukan bagaimana mekanisme pengisian, apakah melalui pergeseran dari pejabat eselon dua yang sudah ada atau seleksi terbuka.

"Namun proses itu belum bisa dilakukan sekarang karena kita sedang fokus menangani wabah Covid-19," ujarnya.