Gara-Gara Corona, Nasib Pilkades Sleman Belum Jelas

Ilustrasi. - Antara
09 Juni 2020 18:37 WIB Hery setiawan (ST18) Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN – Nasib Pilkades 2020 belum menemui titik terang. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa [PMD] Sleman masih menunggu situasi tanggap darurat dan rencana anggaran perubahan.

Jika Pilkades 2020 tetap dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19, besar kemungkinan ada penambahan anggaran.

Kepala Dinas PMD Sleman, Budiharjo tidak dapat memastikan kapan Pilkades 2020 akan digelar. Memang, waktu pelaksanaan sudah direncanakan pada tanggal 30 Agustus 2020 mendatang. Hanya saja, rencana itu masih bersifat tentatif alias bergantung dengan situasi terkni. Penyelenggaraan kegiatan massa tidak serta merta bisa dilaksanakan di tengah masa pandemi.

Tak hanya waktu penyelenggaran, Pilkades 2020 di masa pandemi juga bicara soal anggaran. Ia mengatakan Pilkades di masa pandemi membutuhkan peralatan penunjang protokol kesehatan, seperti alat cek suhu, cairan anti septik, alat perlindungan diri, dan lain sebagainya. Imbasnya, anggaran penyelenggaraan Pilkades ada kemungkinan tambah.

"Kalau soal anggaran sudah pasti tambah. Setiap penyelenggara Pilkades butuh menerapkan protokol kesehatan. Petugas butuh face shield, lalu butuh tempat cuci tangan dengan air mengalir. Sementara di anggaran yang kemarin kita belum menganggarkan itu karena kan kita tidak tahu akan ada konsisi seperti ini," katanya, Selasa (9/6/2020).

Budiharjo belum bisa memastikan jumlah tambahan anggaran. Pasalnya, itu bergantung dari rencana anggaran perubahan yang sampai saat ini belum ditetapkan. Kata Budiharjo, anggaran perubahan menjadi wewenang Sekretariat Daerah. Dinas PMD sifatnya cuma mengusulkan saja.

Kabid Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Desa PMD Sleman, Agung Endarto mengatakan ada 49 desa yang akan menyelenggarakan Pilkades 2020. Semua desa telah menerima anggaran untuk memulai tahapan. Besarannya sendiri beragam, tergantung jumlah tempat pemungutan suara [TPS] dan daftar pemilih tetap [DPT]. "Semua desa sudah menerima dana Pilkades, yang belum itu honor KPPS dan tenaga teknis lapangan," ujarnya, Senin (9/6/2020).

Pilkades 2020 rencananya akan diselenggarakan di 1.102 TPS. Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok tercatat menjadi penyelenggara Pilkades dengan anggaran tertinggi yaitu sebesar Rp450.991?.250. Sementara itu, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan adalah wilayah yang menyelenggarakan Pilkades dengan anggaran terendah, yakni sebesar Rp52.693.100.