Deklarasi Bakal Calon Bupati Bantul, Hamdan Handoko Mengklaim Didukung Parpol Poros Tengah

Hamdan Handoko, salah satu bakal calon bupati yang mendeklarasikan diri di Angkringan Kembang Ndeso, Minggu (16/8/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
16 Agustus 2020 16:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Hamdan Handoko, pria kelahiran Bantul yang tinggal di Badegan, Bantul, mendeklarasikan diri sebagai bakal calon bupati Bantul. Dalam Pilkada Serentak 2020 mendatang, ia mengklaim didukung beberapa partai politik dalam barisan poros tengah.

Hamdan mengatakan tekadnya maju dalam bursa pencalonan bupati dan wakil bupati karena ada dukungan beberapa partai. Ia mengaku sudah bergerilya sejak lima bulan lalu dengan membangun komunikasi politik dengan partai maupun para tokoh masyarakat.

Namun ia belum bersedia menyebutkan partai yang sudah pasti mendukungnya maupun bakal calon yang akan mewakilinya dengan alasan bagian dari strategi.

Baca juga: Penantang Baru, Hamdan Handoko Deklarasi Sebagai Bakal Calon Bupati Bantul

Yang pasti, kata dia, banyak partai politik saat ini belum memberikan surat keputusan resmi untuk mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul, melainkan hanya klaim partai di tingkat kabupaten dan DIY.

"Sementara SK pencalonan ada di tingkat pusat atau DPP. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mencalonkan," kata Hamdan, dalam deklarasinya di Angkringan Kembang Ndeso, Pajangan, Bantul, Minggu (16/8/2020).

Selain mengklaim dukungan partai yang membuatnya percaya diri mencalonkan, Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengaku sudah lama mengamati situasi perpolitikan di Bantul.

Baca juga: Kepuharjo Sport Centre Diresmikan, Siap Dongkrak Prestasi Olahraga Sleman

Dari semua bakal calon yang akan berlaga, kata dia, hampir dipastikan akan sama saja dengan pemerintahan lima tahun ke belakang, karena sama-sama petahana yang pecah kongsi jelang pilkada. Saat ini, lanjut Hamdan, belum ada bakal calon yang menawarkan program konkrit.

“Hanya menawarkan tagline kembali pada Projotamansari tapi seperti apa penjabarannya masyarakat masih bingung,” ucap dia. “Saya bawa program. Ingin mengajak politik Bantul politik yang subtantif yang berikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hamdan.

Program pembangunan yang ia bawa adalah industri pertanian dan pariwisata. Sebab dari hasil surveinya di Bantul, terdapat sekitar 250 ribu masyarakat yang hidup mengandalkan industri pertanian. Yang kedua adalah mengembangkan indust pariwisata dan bisa memacu pertumbuhan ekonomi.

“Saya berniat neruskan ide gagasan Sultan HB X untuk mengembangkan kawasan ekonomi pariwisata dan industri pantai selatan. Jika diperlukan dan fisibility [studi kelayakan pembangunan] memungkinkan bisa dibangun akan buat pelabuhan laut pantai selatan,” tandas Hamdan.

Sekedar diketahui pasangan bakal calon yang muncul selama ini baru Abdul Halim Muslih-Joko Santoso dan Suharsono-Totok Sudarto. Pasangan calon Halim-Joko mengklaim diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sementra Suharsono-Totok mengklaim diusung Gerindra, Golkar, Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Adapun Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, dan Partai Bulan Bintang (PBB) sampai saat ini belum bersikap. Ketua DPC Demokrat Bantul, Nur Rakhmat Juli Purwanto mengatakan partainya masih menimbang bakal calon yang akan didukung. Pihkanya masih menjalin komunkasi dengan semua bakal calon yang muncul termasuk Hamdan Handoko dari poros tengah, “Insyaallah dalam waktu dekat ini karena dinamisasi politik ini masih cair. Awal september atau akhir Agustus inilah ada sikap resmi kami,” kata Nur Rakhmat.

Menurut dia dalam dunia politik segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk poros tengah bisa terbentuk karena komunikasi partai politik masih dinamis sebelum pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 4-6 September mendatang.