Begini Sosok Pensiunan yang Rela Bersepeda Keliling Sekolah Demi Edukasi Antinarkoba

Bambang Joko Gambiro (dengan pakaian Jawa) saat mengendarai sepeda ontelnya dalam safari kampanye antinarkoba di SMAN 1 Pakem, Sleman pada Rabu (2/9/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri.
02 September 2020 13:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, PAKEM--Seorang pensiunan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman rajin mengedukasi anti penyalahgunaan narkoba ke lembaga pendidikan dan kantor kecamatan di seluruh Kabupaten Sleman dengan menyuguhkan alternatif giat berolahraga dengan sepeda.

Dia adalah Bambang Joko Gambiro. Pada Rabu (2/9) pagi pukul 07.10 WIB, pensiunan tersebut, baru saja sampai di sekolah itu dengan sepeda ontelnya. Dengan surjan dan jarit, ia tampak lincah mengayuh sepeda itu meski jalan menuju sekolah di tepi Jalan Kaliurang KM. 17, Gambiran, Pakembinangun, Pakem itu cukup menanjak.

"Saya sebagai relawan antinarkoba dan pegiat olahraga merasa prihatin dengan kecenderungan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan masyarakat umum. Maka saya tergerak untuk mengajak warga untuk tidak menyalahgunakan narkoba dengan satu alternatif di antaranya yaitu giat olahraga," kata Joko saat ditemui Harianjogja.com.

BACA JUGA : GANN Sosialisasi Antinarkoba Melalui Senam Bersama 

Pagi itu ia berangkat dari rumahnya di Wedomartani, Ngemplak, Sleman dan langsung menuju SMAN 1 Pakem. Hari ini ia juga hendak melanjutkan safari kampanye anti penyalahgunaan narkoba ini ke jenjang sekolah lain di kecamatan ini sekaligus mengunjungi Kantor Kecamatan Pakem. Nantinya, di setiap lokasi yang ia kunjungi ia akan berikan ajakan menjauhi narkoba melalui spanduk bertuliskan 'Sehat Tanpa Narkoba #StopNarkoba Ayo Olahraga'.

Joko menuturkan kegiatan safari ini sudah dia mulai sejak bulan Juni lalu semasa masih menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Olahraga Dispora Sleman. Kendati sudah purna tugas per bulan Agustus lalu, ia tetap melanjutkan safari kampanye ini ke 17 kecamatan di Sleman.

"Ini adalah kecamatan ke-16. Nanti finish-nya di Kecamatan Depok besok 10 September bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional," ujarnya.

Sebagai seorang gemar olahraga sepeda, Joko berharap bisa memberi contoh kepada generasi muda dan masyarakatnya umum untuk memiliki kebiasaan positif yaitu berolahraga supaya badan sehat dan bugar. Soal tren masyarakat umum yang akhir-akhir ini doyan bersepeda, ia juga mengapresiasinya.

"Tapi kalau saya kan bersepeda selain dapat kebugarannya, saya juga edukasi sekalian terkait antinarkoba," kata dia.

BACA JUGA : BNNP DIY Dorong Warga Hidup 100% di Hari Antinarkotika

Selain edukasi antinarkoba, Joko juga menggaungkan kembali bagi masyarakat untuk kembali mencintai kebudayaan Jawa. Tak hanya menaiki sepeda ontel, kesan ini juga tampak dari pakaian yang ia gunakan saat bersepeda yaitu dengan surjan, jarit, topi polka, dan tas kulit emblem logam yang menunjukkan bahwa dia ingin mengajak masyarakat mengingat kembali budaya Jawa.

"Tidak sulit [bersepeda] dengan pakaian Jawa. Sepedanya juga justru jadi ikonik. Ini sepeda saya sendiri. Sempat beberapa orang kalau lihat saya di jalan menyapa dan minta foto," kata Joko.

Safari kampanye ini juga bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman. Pandemi Covid-19 yang membatasi kegiatan tatap muka membuat BNNK Sleman kesulitan melakukan sosialisasi anti penyalahgunaan narkoba.

"Maka sinergi dengan saya, harapannya setelah disebarluaskan dengan video di media sosial bisa mengedukasi masyarakat yang lain," terangnya.

Pendidikan Karakter

Kepala SMAN 1 Pakem, Kristya Mintarja mengatakan ia antusias dengan program ini. Menurutnya, para pelajar seringkali jadi target penyalahgunaan narkoba, sehingga ia mendukung penuh kampanye antinarkoba dengan giat berolahraga ini.

"Ini tantangan kita bersama. Di dunia pendidikan kan sasaran narkoba ini biasanya di kalangan pelajar. Dengan datangnya Pak Joko ini diharap bisa memberi motivasi kita untuk giat lagi membangun kesadaran generasi muda terkait antinarkoba," kata Kristya.

BACA JUGA : Siswa dan Guru Disiapkan Jadi Duta Pencegahan Narkoba

Ia mengakui selama pandemi ini harus beradaptasi memberikan penanaman karakter kepada siswa-siswinya supaya senantiasa menjauhi penyalahgunaan narkoba. Namun, ia tetap mengoptimalisasikan edukasi ini secara daring.

"Kami sejak awal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dengan sistem daring, materi antinarkoba kita sampaikan dengan mengundang narasumber dari kepolisian. Harus tetap dilakukan meskipun daring, karena ini bagian penting untuk membangun karakter anak-anak kita," katanya.