Cegah Klaster di Pilkada, Gugus Tugas Siapkan Test Eclia untuk PPS di Bantul

Ilustrasi. - Freepik
01 Oktober 2020 14:17 WIB Jumali Bantul Share :


Harianjogja.com, BANTUL - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul memastikan telah menyiapkan tes khusus untuk petugas pemilihan suara (PPS) yang akan bertugas saat Pilkada 2020. Tes tersebut adalah tes Eclia sebagai metode untuk mengecek virus Covid-19.

“Tes ini lebih akurat daripada rapid test. Dan, kami sudah siap untuk melakukannya,” kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sri Wahyu Joko Santosa, Kamis (1/10/2020).

Oki, panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santoso menyebut tes Eclia merupakan tes antigen dan antibodi yang mirip dengan rapid test.

Baca Juga: Bawaslu DIY Bentuk Pokja untuk Cegah Penularan Covid-19

Hanya saja, tes Eclia menggunakan mesin untuk mengetahui hasilnya sedangkan rapid test memakai diagnosa mata. Selain itu, keunggulan tes Eclia selain lebih akurat dibandingkan rapid test juga dinilai lebih murah.

“Karena menggunakan mesin, maka screening akan lebih cepat,” lanjut Oki.

Kendati telah menyiapkan alat tersebut, hingga kini, Oki mengaku pihaknya belum mendapatkan permintaan dari KPU terkait dengan rencana untuk menerapkan screening pencegahan Covid-19 untjk para PPS yang akan bertugas.

“Sampai kini belum ada permintaan. Namun, jika diminta kami sudah siap. Karena kami sudah siapkan metode screening dengan tes tersebut,” ucap Oki.

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan, ada sebanyak 14.810 PPS dan KPPS yang akan bertugas pada Pilkada serentak, 9 Desember mendatang.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Waralaba Dikeluarkan Pemkab Bantul, Hanya Satu yang Berdiri

Sesuai dengan PKPU No.6/2020, ketentuan rapid test tetap berlaku bagi PPS dan KPPS yang bertugas. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pengecekan kesehatan kepada KPPS dan PPS di masing-masing tempat pemungutan suara.

“Kami kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk mengecek kesehatan petugas secara mobile di masing-masing TPS. Tentunya dengan mengerahkan petugas dari Puskesmas,” katanya.

Sementara untuk pemberian vitamin dan ekstra fooding, Didik mengaku masih mempertimbangkannya. “Tentunya dengan menyesuaikan dengan regulasi yang ada,” ucapnya.