Pilkada Sleman: Baliho MuliA Dirusak, Ada yang Dicabut & Dibuang

Baliho Paslon MuliA yang dicabut dan dirusak oleh orang tak dikenal, di Lemahabang, Gayamharjo, Prambanan dan di Dusun Sokategal Dermo Merdikorejo, Tempel. (Ist)
03 Oktober 2020 14:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Sepekan kampanye Pilkada Sleman, kasus perusakan baliho menimpa pasangan calon (Paslon) yang diusung PKS, Golkar dan NasDem, Sri Muslimatun – Amin Purnama (MuliA).

Puluhan baliho atau poster milik pasangan MuliA dirusak orang tak dikenal. Pengrusakan ini terjadi di dua lokasi berbeda pada Jumat (2/10/2020).

Lokasi pertama ditemukan lebih dari 10 baliho MuliA di sepanjang dusun Lemahabang, Gayamharjo, Prambanan dicabut dari tanah. Lokasi kedua ditemukan di Dusun Sokategal Dermo Merdikorejo, Tempel. Di wilayah ini, deretan baliho milik MuliA dirobek hingga rusak.

Dari gambar-gambar yang beredar di media sosial, baliho dirobek di bagian foto kedua kandidat. Sementara baliho lainnya dicabut dan dibuang di sekitar jalan raya.

Menanggapi perusakan ini, Ketua DPD NasDem Sleman, Surana berencana melapor ke Bawaslu dan kepolisian. Menurutnya, aksi tersebut tidak bisa dibenarkan dalam proses demokrasi. Apalagi sebelumnya, seluruh paslon dan partai pendukung sepakat untuk melaksanakan kampanye damai.

Baca Juga: Kabar Potensi Tsunami Besar Bikin Pengunjung Warung Pantai Depok Bantul Berkurang Drastis

"Kami tidak akan diam, kasus ini akan dilaporkan ke Bawaslu dan Polres Sleman. Kami ingin kasus ini segera ditindaklnjuti agar tidak menimbulkan gesekan di masyarakat,” tegas Anggota DPRD Sleman ini, Sabtu (3/10/2020).

Sementara Ketua Tim Pemenangan, Hasto Karyantoro meyakini, perusakan ini dilakukan oleh pendukung kandidat lain. Ia menduga mereka tidak mau bersaing secara fair sehingga memilih skenario gaduh.

“Saya tidak yakin ini dilakukan masyarakat sekitar. Mereka sengaja menciptakan kegaduhan dengan cara merusak alat peraga kampanye. Skenario gaduh dihembuskan karena mereka ingin Pilkada kacau,” kata Anggota DPRD Sleman yang juga Ketua DPD PKS Sleman itu.

Baca Juga: Sleman Wedding Festival Siap Wujudkan Acara Pernikahan Patuh Protokol Kesehatan

Tanggapan Sri Muslimatun

Calon Bupati Sri Muslimatun turut berkomentar dengan aksi tidak terpuji tersebut. Sosok yang dikenal sebagai “Mboke Wong Sleman” itu mengingatkan kepada pendukungnya agar bersikap tenang dan tidak terpancing provokasi. "Percayakan pada Bawaslu dan Kepolisian. Kami komitmen menjaga kondusifitas sebagaimana saat deklarasi damai bersama seluruh elemen Pilkada," tandasnya.

Terpisah, Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat dan Data Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan masih akan mengecek kebenaran perusakan baliho tersebut. "Nanti saya cek dulu di kantor, apakah ada laporan atau tidak," katanya.