Advertisement

Jebakan Tikus Pakai Listrik Tidak Direkomendasikan

David Kurniawan
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 07:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Jebakan Tikus Pakai Listrik Tidak Direkomendasikan Ilustrasi hewan pengerat. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul melarang petani untuk pemberantas hama tikus menggunakan jebakan arus listrik. Selain berbahaya, untuk penanggulanan bisa dilalukan dengan cara lain yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, keberadaan hama tikus merupakan salah satu ancaman saat proses penanaman padi yang dapat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas hasil panen. Banyak cara yang dilakukan untuk menanggulangan hama ini dengan cara mekanis hingga kimiawi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Di dalam penanggulangan di beberapa daerah ada yang menggunakan jebakan listrik untuk mengusir tikus. Namun demikian, kata dia, cara ini tidak direkomendasikan karena malah berbahaya bagi keselamatan jiwa, khususnya para petani. “Sudah ada korban, warga yang terseterum jebakan tikus dengan aliran listrik. Jadi, kami melarang menggunakan alat ini,” kata Raharjo kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Dr Aqua Dwipayana: Komunikasi & Silaturahmi Kunci Raih Kinerja Optimal

Berdasarkan pemantauan di lapangan, serangan hama tikus masih bisa dikendalikan. Untuk pengendalian apabila terjadi serangan, dinas pertanian dan pangan mendorong petani menggunakan cara yang aman dan lebih ramah lingkungan. “Masih banyak cara agar hama tikus bisa diatasi, tanpa menggunakan jebakan listrik,” katanya.

Dia mencontohkan, pengendalian bisa dilakukan dengan cara mekanis, yakni dengan menggalakkan gropyokan tikus di lahan pertanian. Selain itu, juga bisa dilakukan dengan cara kimiawai dengan emposan dengan menyemprot racun tikus. Hanya saja, racun yang digunakan tidak boleh sembarangan karena pemakaian sudah ada takarannya. “Harus yang dianjurkan pemerintah dan bukan racun untuk celeng atau babi hutan,” katanya.

Ditambahkan Raharjo, untuk penanggulangan petani juga diminta menjaga sanitasi di sekitar lahan sehingga tidak ada tempat-tempat yang bisa menjadi sarang tikus. “Intinya kami melarang menggunakan jebakan listrik karena berbahaya,” katanya.

Baca Juga: Sultan Minta Para Kades di Jogja Teladani Ki Lurah Semar

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, memasuki musim hujan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas penanaman di musim tanam pertama. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala di lapangan sehingga panen bisa dimaksimalkan. “Kami juga terus melakukan koordinasi dengan BMKG untuk mengetahui perkembangan cuaca. Ini penting untuk mengantisipasi masalah dalam pertanian,” katanya.

Bambang menuturkan, untuk mengoptimalkan produksi, selain memberikan bantuan benih kepada petani, juga memastikan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani terpenuhi. “Kami sudah dapat alokasi sampai Desember dan hingga sekarang persediaannya masih aman,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Banjir Kritik dan Kepala BRIN Didesak Mundur, Megawati Minta Jalan Terus!

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 14:47 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement