Urus Paspor Kini Bisa di Gunungkidul, Tak Perlu ke Kota Jogja
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Ilustrasi hewan pengerat./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul melarang petani untuk pemberantas hama tikus menggunakan jebakan arus listrik. Selain berbahaya, untuk penanggulanan bisa dilalukan dengan cara lain yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, keberadaan hama tikus merupakan salah satu ancaman saat proses penanaman padi yang dapat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas hasil panen. Banyak cara yang dilakukan untuk menanggulangan hama ini dengan cara mekanis hingga kimiawi.
Di dalam penanggulangan di beberapa daerah ada yang menggunakan jebakan listrik untuk mengusir tikus. Namun demikian, kata dia, cara ini tidak direkomendasikan karena malah berbahaya bagi keselamatan jiwa, khususnya para petani. “Sudah ada korban, warga yang terseterum jebakan tikus dengan aliran listrik. Jadi, kami melarang menggunakan alat ini,” kata Raharjo kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).
Baca Juga: Dr Aqua Dwipayana: Komunikasi & Silaturahmi Kunci Raih Kinerja Optimal
Berdasarkan pemantauan di lapangan, serangan hama tikus masih bisa dikendalikan. Untuk pengendalian apabila terjadi serangan, dinas pertanian dan pangan mendorong petani menggunakan cara yang aman dan lebih ramah lingkungan. “Masih banyak cara agar hama tikus bisa diatasi, tanpa menggunakan jebakan listrik,” katanya.
Dia mencontohkan, pengendalian bisa dilakukan dengan cara mekanis, yakni dengan menggalakkan gropyokan tikus di lahan pertanian. Selain itu, juga bisa dilakukan dengan cara kimiawai dengan emposan dengan menyemprot racun tikus. Hanya saja, racun yang digunakan tidak boleh sembarangan karena pemakaian sudah ada takarannya. “Harus yang dianjurkan pemerintah dan bukan racun untuk celeng atau babi hutan,” katanya.
Ditambahkan Raharjo, untuk penanggulangan petani juga diminta menjaga sanitasi di sekitar lahan sehingga tidak ada tempat-tempat yang bisa menjadi sarang tikus. “Intinya kami melarang menggunakan jebakan listrik karena berbahaya,” katanya.
Baca Juga: Sultan Minta Para Kades di Jogja Teladani Ki Lurah Semar
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, memasuki musim hujan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas penanaman di musim tanam pertama. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala di lapangan sehingga panen bisa dimaksimalkan. “Kami juga terus melakukan koordinasi dengan BMKG untuk mengetahui perkembangan cuaca. Ini penting untuk mengantisipasi masalah dalam pertanian,” katanya.
Bambang menuturkan, untuk mengoptimalkan produksi, selain memberikan bantuan benih kepada petani, juga memastikan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani terpenuhi. “Kami sudah dapat alokasi sampai Desember dan hingga sekarang persediaannya masih aman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.