Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pada Sabtu 31 Oktober 2020 Harianjogja.com mengunggah berita berjudul MUSIM LIBURAN: Warga Solo Nyaris Tenggelam di Pantai Gunungkidul dengan narasumber Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah Operasi II Surisdiyanto. Berita ini diambil dari Suara.com yang merupakan jaringan dari Harianjogja.com.
Artikel ini memberitakan seorang wisatawan yang disebut dalam berita bernama Aknesia Milenia, 21, warga Laweyan, Solo, nyaris saja hilang ditelan ganasnya ombak Pantai Selatan Gunungkidul. Wanita ini tersapu ombak ketika tengah asyik berfoto bersama dua orang temannya di Pantai Ngrawe, Sabtu (31/10/2020) pagi. Wanita ini kemudian diselamatkan oleh tim SAR.
Dalam tulisan tersebut juga disebutkan korban langsung dibawa ke daratan untuk mendapatkan pertolongan pertama dari Petugas SAR. Namun tampaknya yang bersangkutan terlalu banyak meminum air dan syok, sehingga korban pun dilarikan ke RSUD Wonosari untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
Terkait pemberitaan ini Aknesia Milenia memberikan klarifikasi yang dikirim kepada redaksi Harianjogja.com dengan menyampaikan kronologi sebagai berikut
Anggota SAR
Harianjogja.com berusaha untuk melakukan klarifikasi kembali ke Tim SAR yang bertugas di Pantai Ngrawe, Gunungkidul. Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2 Gunungkidul Marjono memastikan pihaknya telah memberikan pertolongan kepada wisatawan tersebut. Memang tidak semua anggotanya di lokasi berpakaian SAR sehingga tidak banyak pengunjung yang mengetahui bahwa yang memberikan pertolongan adalah anggota SAR.
"Yang jelas kami sudah menolong hingga membawanya ke rumah sakit," kata Marjono, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2 Gunungkidul, Senin (2/11/2020).
Marjono mengaku sudah biasa anggota Tim SAR yang menyelamatkan orang namun tidak mendapatkan pujian, sebaliknya banyak yang mencaci ketika melakukan sedikit kesalahan. “Kalau menyelamatkan korban tidak dipuji, tetapi tidak menyelamat dicaci, sudah biasa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Pameran buku di Jogja semakin marak, tetapi penjualan belum tentu meningkat. Penyelenggara menyebut pengunjung terbagi dan daya beli menurun.
Kementerian PU membangun lapangan sepak bola standar internasional di 25 Sekolah Rakyat lengkap dengan jogging track dan fasilitas olahraga.
Pemkot Jogja diminta mencermati sungai dan bantaran rawan banjir serta memastikan talut dan sedimentasi ditangani sebelum musim hujan.
Polda Jateng melacak 88 anak dengan kelainan kaki bawaan CTEV untuk memastikan mendapat penanganan medis sesuai kebutuhannya.
Mengenal PM10 dan PM2.5 dalam abu vulkanik serta dampaknya bagi kesehatan pernapasan dan cara mengurangi risiko paparannya.