Puskesmas Sekitar Ponpes Krapyak Ikut Siaga

Ilustrasi. - Freepik
06 November 2020 21:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO – Terdeteksinya ratusan santri dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Krapyak yang positif Covid-19 membuat Kota Jogja turut lakukan langkah antisipatif. Pasalnya lokasi pondok pesantren terletak di perbatasan langsung antara Kota Jogja dan Kabupaten Bantul.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi telah memerintahkan puskesmas terdekat dengan pondok pesantren untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi. "Ya kemarin kamiminta wilayah puskesmas terdekat untuk mengantisipasi terutama wilayah-wilayah sekitarnya supaya memperhatikan potensi sebaran-sebaran yang pas berbatasan dengan Jogjakarta. Di sana memang penduduk padat di wilayah itu," terangnya pada Jumat (6/11/2020).

BACA JUGA : Begini Kronologi Terungkapnya 195 Santri & Pengasuh 

Berdasarkan catatan Heroe hingga saat ini belum ada laporan kasus Covid-19 di Kota Jogja terkait klaster itu. "Tapi sampai sekarang kita belum ada laporan tentang akibat sebaran yang ada di Bantul dan yang muncul [kasus Covid-19] di akhir-akhir ini tidak ada yang di wilayah situ," ujarnya.

Di Kota Jogja, Heroe menyebutkan ada beberapa pondok pesantren memang pernah mengajukan verifikasi dan sudah ada yang diverifikasi. "Salah satu catatan kami agar protokol Covid-19 dilaksanakan dengan baik. Untuk pembelajaran harus memperhatikan orang yang datang dari luar supaya yang datang betul-betul sehat. Proses interaksinya, kita memperlakukan sama misal di masjid segala macam kita perlakukan sama, itu yang harus dijaga itu. Sampai sekarang kita belum mendapatkan laporan Ponpes di Kota Jogja yang santrinya positif," tegasnya.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: 195 Santri Krapyak Positif Covid-19

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jogja, Nur Abadi menerangkan jika saat ini memang ada beberapa pondok pesantren yang telah aktif melakukan kegiatan pembelajaran di Kota Jogja. "Pondok pesantren yang sudah kegiatan baru delapan tempat dan sudah memenuhi protokol kesehatan," terangnya.

Nur pun mewanti-wanti kepada para santri untuk tidak keluar pesantren. "Selain terus memerintahkan selalu memenuhi protokol kesehatan, para santri diimbau untuk tidak keluar pesantren dan kita tetap monitoring evaluasi untuk memantau kesehatan para santri," ujarnya.