PMII Desak Polda Jateng Bertanggung Jawab Atas Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo
PMII Jateng meminta Polri mengevaluasi penggeledahan ponpes putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan terhadap para santri
Stadion Mandala Krida Joga/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Corruption Watch (JCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan tersangka dugaan korupsi Stadion Mandala Krida, Jogja. Menurut aktivis JCW Baharuddin Kamba, KPK belum juga mengumumkan tersangka sejak kasus korupsi pembangunan ini diumumkan pada Jumat, 27 November 2020.
Kamba menduga alasan KPK belum mengumumkan tersangka lantaran kebijakan yang diterapkan pada era pimpinan KPK Komjen Pol Firli Bahuri. Ada kebijakan pengumuman tersangka akan dilakukan bersamaan dengan upaya paksa berupa penangkapan atau penahanan.
“Terhitung sejak Jumat tanggal 27 November 2020 lalu, Plt. Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, menyampaikan kasus dugaan korupsi pada pembangunan Stadion Mandala Krida. Tapi hingga kini, pengumuman tersangka pun tak kunjung dilakukan,” kata Kamba dalam rilis tertulisnya pada Jumat (8/1).
Beberapa nama telah menjalani pemeriksaan kasus tersebut, termasuk Edy Wahyudi, mantan Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY. Saat itu, Edy juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Kebijakan 2016 dan 2017 Pemerintah Daerah (Pemda) DIY pada pembangunan Stadion Mandala Krida.
Adapula pemeriksaan terhadap Novel Asryad sebagai Direktur Human Capital dan Pengembangan PT Wijaya Karya (WIKA Persero, Tbk), Irfan Fikri Aulia sebagai Direktur Utama PT Citra Prasasti Konsorindo, dan Hery Kristiyanto dari pihak swasta CV Reka Kusuma Buana.
Pemeriksaan juga dilakukan kepada sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) seperti Dedi Risdiyanto sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pembangunan Stadion Mandala Krida DIY tahun 2016 dan 2017 sekaligus PNS di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan ESDM; Gustik Lesama sebagai Pokja Proyek Pembangunan Stadion Mandala Krida 2017 sekaligus PNS Bappeda DIY; Joko Susilo sebagai Pokja Proyek Pembangunan Stadion Mandala Krida 2017; serta para PNS di Sekretariat Daerah DIY.
Dugaan korupsi Stadion Mandala Krida berasal dari APBD 2016-2017 di Pemda DIY. “Artinya, jika dihitung kalender, sudah tujuh kali Jumatan berlangsung, namun KPK masih enggan mengumumkan para tersangka dalam kasus yang diduga merugikan negara Rp35 miliar dari total anggaran lebih Rp 85,83 miliar ini,” kata Kamba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMII Jateng meminta Polri mengevaluasi penggeledahan ponpes putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan terhadap para santri
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 9 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Sebanyak 2,4 juta genteng Jatiwangi disiapkan untuk program perumahan pemerintah. Menperin memastikan kualitas dan standar SNI terjaga.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul November 2026. Cek lokasi, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.
Prabowo bertemu 10 mantan Kapolri di Hambalang, Bogor. Istana menyebut pertemuan membahas berbagai isu dan pertukaran pengalaman
Liverpool mengalahkan Crystal Palace 3-1 di Selhurst Park. Mac Allister, Wirtz, dan Isak mencetak gol yang membawa The Reds naik ke posisi keempat.