Advertisement

Jumlah Kematian Pasien Covid-19 di Bantul Fluktuatif

Jumali
Rabu, 27 Januari 2021 - 10:37 WIB
Sunartono
Jumlah Kematian Pasien Covid-19 di Bantul Fluktuatif Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL - Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Covid-19, tren kematian pasien Covid-19 selama sepekan terakhir di Bantul menunjukkan angka fluktuatif. Di mana, ada tiga orang terkonfirmasi meninggal pada Selasa (19/1). Namun, pada Rabu (20/1) tidak ada kematian tercatat.

Angka kematian kembali muncul pada Kamis (21/1) dengan 2 orang meninggal, Jumat (22/1) ada 3 orang meninggal, dan Sabtu (23/1) ada  2 orang meninggal. Puncaknya, pada Minggu (24/1) ada 6 orang meninggal, sebelum akhirnya jumlah itu turun menjadi 2 orang yang meninggal dunia pada Senin (25/1).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA : Di tengah Pandemi Covid-19, Angka Kematian di Bantul

Artinya, jika dirata-rata, maka ada 2 orang meninggal dunia setiap hari selama sepekan terakhir. Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa, Selasa (26/1) menyatakan adanya peningkatan dan fluktuasi orang yang meninggal karena terkonfirmasi Covid-19 adalah efek dari 14 hari sebelumnya.

“Artinya ini sebelum tanggal 11, yakni sebelum diberlakukan pembatasan. Di mana, ada kevakuman dalam hal pembatasan. Karena mulai tanggal 11 sampai 22 ada pembatasan, maka efek jatuhnya di 22 hingga 26,” kata Oki-panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santosa.

Lebih lanjut Oki memaparkan, dengan adanya penerapan pembatasan, secara teori akan ada penurunan jumlah pasien positif maupun orang meninggal karena Covid-19 per Selasa (26/1). Hal ini sebagai efek dari penerapan pembatasan dari mulai 11 Januari lalu.

BACA JUGA : Sekretaris Disdikpora Bantul Meninggal karena Covid-19

“Karena saat diberlakukan pembatasan saat natal dan tahun baru lalu ada penurunan jumlah. Untuk saat ini sendiri di Bantul angkanya memang masih tinggi, dan pembatasan baru akan terlihat setelah 14 hari setelah dilakukan pembatasan,” ucap Oki.

Advertisement

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Indovac, Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia yang Siap Ekspor

News
| Sabtu, 08 Oktober 2022, 05:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement