Antisipasi Karhutla, Polda DIY Gencarkan Patroli dan Edukasi
Polda DIY memperkuat patroli dan edukasi masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja bakal ditutup sepekan ke depan setelah Kasubag Humas dan Protokol Sekretaris Dewan DPRD Kota Jogja, Hari Sukmo, meninggal dunia diduga setelah terinfeksi Corona. Hari Sukmo belum sempat menjalani tes swab, tetapi meninggal karena paru-parunya putih karena tertutup virus.
Ketua DPRD Kota Jogja Danang Rudiyatmoko mengatakan kantor DPRD Kota Jogja bakal ditutup sampai 7 Februari 2020. “Harusnya sampai dengan tanggal 4 Februari, tapi diteruskan sampai tanggal 7 Februari sekaligus untuk melihat mata rantainya. Setelah tujuh hari itu masih ada yang bergejala atau tidak,” kata dia, Sabtu (30/1/2021).
BACA JUGA: Dekat dengan Indonesia, 25 Kasus Covid-19 Baru Asal Inggris Ditemukan di Singapura
Danang menyebut kontak terakhir pegawai DPRD Kota Jogja dengan mendiang Hari Sukmo adalah saat rapat pada Senin (25/1/2021).
"Semua rapat barengan di situ di ruangan ber-AC. Sebelum Senin, beliau koordinasi dengan saya," ujarnya.
"Sebelumnya [almarhum] pamit, saya pulang siang ya pak. Senin itu saya tanya, ‘kok jenengan pucet ngono ta?’ [Kok Anda pucat begitu?]. ‘Iya enggak enak badan’. Rabu beliau juga enggak masuk, jadi setelah itu tuh enggak masuk cuma istirahat di rumah. Kan WFO cuma 25 persen. Nah pas jatahnya dia masuk, beliaunya tidak masuk,” ucap Danang.
Selanjutnya pada Jumat pagi sekitar pukul 10.30 WIB, menurut Danang, istri almarhum membuat status di media sosial yang menyebut bahwa suaminya sedang tidak bisa dihubungi untuk sementara waktu. "Sorenya dikabari sama teman-teman. Pak Hari butuh ventilator. Butuh rumah sakit yang IGD-nya ada ventilatornya. Kami proses sekitar dua jam baru dapat, lagi disiapkan di RSUP Sardjito, ceritanya begitu. Tapi terus dikabari kalau beliau sudah tidak tertolong," jelasnya.
BACA JUGA: Fenomena Pasien Sembuh Kembali Terpapar Covid-19 Terjadi di Bantul
"Di RS Hermina hanya [rapid] antigen. Pada waktu di-antigen itu non-reaktif. Tapi melihat kondisi beliau yang demikian, dokter RS Hermina menyarankan rontgen. Kemudian dirontgen paru, thorax-nya dirontgen. Ternyata sudah putih, hampir semua parunya sudah tertutup virus Corona,” kata Danang.
Dari gejala itu, Hari Sukmo didiagnosis sementara terinfeksi Covid-19.
“Cuma belum sempat swab baru antigen. Begitu meninggal langsung dimakamkan malamnya menggunakan protokol Covid-19.”
Danang merasa kehilangan dan DPRD Jogja kesulitan mencari pengganti beliau dalam ketugasan kehumasan.
“Yang menjadi tugas pokokmya beliau berhubungan dengan komunikasi dengan teman-teman media kemudian kegiatan yang terkait dengan siaran-siaran baik di TV maupun radio. Apalagi hubungan dengan teman-teman media yang mengomandani kan beliau.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY memperkuat patroli dan edukasi masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.
Manunggal Cup 2026 diikuti 36 tim Karang Taruna Kulonprogo dan diharapkan melahirkan bibit atlet voli menuju Porda DIY 2027.
Prakiraan cuaca DIY Kamis 24 September 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34°C, sementara kelembapan hingga 95%.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, tanggal, jam pelayanan pagi dan malam, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini 23 September 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIMENOR, Satpas dan syarat perpanjangan.