Komunitas Ini Bagikan Beras 7,5 Ton Tiap Bulan

Sukarelawan Komunitas Berbagi Beras DIY saat akan mendistribusikan beras kepada warga yang membutuhkan. - Ist.
01 Februari 2021 08:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu masyarakat miskin, salah satunya dilakukan oleh Komunitas Berbagi Beras DIY. Komunitas yang berdiri sejak 2018 dan bersekretariat di Dusun Bibis RT3, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul ini tiap bulan membagikan beras sebanyak 7,5 ton beras dengan sasaran warga miskin sebanyak 1.445 kepala keluarga (KK).

“Sasaran kami adalah kategori miskin mutlak yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, meliputi kakek atau nenek sebatangkara, yatim piatu, difabel parah, keluarga tanpa tulang punggung dan lain-lain,” kata Ketua Komunitas Berbagi Beras DIY, Zaenuri, saat dihubungi Minggu (31/1)/2021.

BACA JUGA : 204.334 Keluarga di Jogja Bakal Dapat Bansos Beras 15Kg

Zaenuri tidak sendirian ia dibantu ratusan pendonor dan sukarelawan. Sampai saat ini ada sekitar 700 orang donatur tetap yang tiap bulannya menyetorkan dana minimal Rp20.000 dan 300an lebih donatur tidak tetap. Selain itu juga dibantu oleh karangtaruna tingkat kecamatan dan desa. Adapun sasaran warga miskin yang dibantu saat ini tersebar di empat kabupaten di DIY, terutama daerah pinggiran.

Bahkan saat ini sasaran yang dibantu terus meluas sampai bantuan uang tunai khusus untuk yatim piatu, bedah rumah dalam setahun empat unit, dan pembagian kursi roda untuk difabel Namun bantuan utamanya tetap beras.

“Karena beras merupakan bahak pokok masyarakat Indonesia yang tak dapat ditunda-tunda. Sehingga komoditas bahan pokok ini dipilih untuk diberikan kepada masyarakat,” kata Zaenuri.

BACA JUGA : Hadapi Nataru, DIY Siapkan 31 Ton Beras & 19 Ton Daging

Selain sangat dibutuhkan masyarakat, pemilihan bantuan beras juga untuk mensejahterakan petani. Pihaknya mengambil beras dari petani di wilayah DIY sehingga mendapat manfaat ganda, dapat membantu yang membutuhkan dan mensejahterakan petani.

Lebih lanjut Zaenuri menjelaskan saat ini komunitas Berbagi Beras DIY terus berkembang dan banyak orang yang ingin bergabung. Dia tidak menyangka. Awalnya komunitas tersebut hanya obrolan dalam sebuah perkumpulan alumni SMA 1 Sanden yang akhirnya melahirkan Komunitas SMA 1 Sanden Peduli pada 2016 lalu.

Namun lambat laun komunitas terus berkembang dan banyak yang ingin bergabung di luar alumni SMA 1 Sanden. Akhirnya nama komunitas pun berganti menjadi Komunitas Berbagi Beras DIY pada 2018 lalu. Semua yang terlibat adalah sukarelawan karena dalam proses distribusi tidak ada dana operasional untuk anggota.

Bantuan didistribusikan sebulan sekali dengan rentang waktu satu pekan karena sasaran bantuan sampai pelosok Gunungkidul, Sleman, Kulonprogo, dan Bantul. Zaenuri menyatakan komunitasnya terbuka dan siapapun bisa bergabung, “Yang penting tidak berpolitik,” tandas ayah dari dua anak yang tinggal di Wijirejo, Pandak, Bantul ini.

BACA JUGA : Ratusan Ton Beras Cadangan Pangan DIY Dititipkan

Zaenuri berharap apa yang dilakukan komunitasnya dapat membantu memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat yang masuk kategori miskin mutlak dalam jangka pendek dan membangun silaturohmi dan jiwa sosial generasi muda melalui pelibatan karangtaruna berbagai daerah sebagai relawan kegiatan dalam jangka panjang, serta menciptakan sinergi berbagai komunitas sosial di DIY dalam satu tujuan kegiatan sosial.

Selain itu juga memenbangun wadah komunikasi maupun koordinasi berbagai karangtaruna dan komunitas sosial guna menuju masyarakat DIY yang tangguh menghadapi bencana.