Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada nakes di Puskesmas Kalibawang, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, Selasa (2/2/2021). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pemberian vaksin dosis pertama untuk Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di Kulonprogo yang berlangsung sejak Senin (1/2/2021) belum mencapai target sasaran.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan hingga Sabtu (6/2/2021), baru ada 2.337 SDM kesehatan di Kulonprogo yang menerima vaksin.
"Jika diprosentasi jumlah Itu baru 66,8 persen dari total target sasaran yakni 3.499 orang," kata Baning kepada wartawan, Senin (8/2/2021).
Baca juga: Soal Sanksi Pelanggar PPKM Tahap Ketiga di Jogja, Begini Kata Sultan
Baning menjelaskan dari 3.499 itu sebanyak 2.930 SDM kesehatan melakukan registrasi ulang. Namun dalam pelaksanaannya, ada 583 belum bisa divaksin dengan rincian 363 ditunda dan 220 tidak memenuhi persyaratan.
Ratusan SDM Kesehatan itu belum mendapat vaksinasi karena tidak memenuhi salah satu atau lebih dari 18 syarat, di antaranya memiliki tekanan darah tinggi, mengidap penyakit kronis seperti diabetes melitus, sedang hamil dan menyusui, serta faktor usia yaitu di atas 59 tahun.
"Tapi, kebanyakan karena hipertensi dan adanya penyakit penyerta," ucap Baning.
Baca juga: PPKM Ketiga: Nge-mal di Jogja Bisa Sampai Pukul 21.00 WIB
Terhadap SDM Kesehatan yang ditunda di tahap pertama, akan diikutkan dalam program vaksinasi berikutnya. Pemberian dosis kedua rencananya dilaksanakan pada pekan ketiga Februari, tepatnya Senin (15/2/2021).
Baning juga menjelaskan tentang jumlah laporan efek samping vaksin, atau disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sejauh ini baru ada 53 laporan yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mengenai hal itu.
Namun dia pastikan seluruh laporan itu merupakan KIPI ringan. Artinya gejala yang ditunjukkan penerima vaksin, tidaklah serius, hanya berupa mengantuk, nyeri, lemas, demam, pusing, lapar dan mual.
"Gejala paling banyak ngantuk, dari 53 [laporan] ada 28 melaporkan rasa ngantuk, diikuti lapar dan nyeri di lokasi suntikan. Ini termasuk KIPI non serius atau gejala ringan," ujarnya.
Sementara itu Kepala Puskesmas Kalibawang, Theresia Rudatun, menerangkan total sasaran SDM kesehatan yang divaksin di Puskesmas Kalibawang sebanyak 141 orang, terdiri dari 60 karyawan puskesmas dan 81 dari rumah Sakit Boro Kalibawang. Dari jumlah itu baru 94 yang mendapat vaksin. "Sebanyak 25 ditunda, 13 tidak diberikan dan 9 belum datang," terangnya.
Dijelaskan Theres, sapaan akrabnya, SDM kesehatan yang ditunda mendapat vaksinasi itu karena berdasarkan hasil pemeriksaan mengidap penyakit dan sedang menjalani pengobatan. "Ada yang jantung dan hemodialisa, beberapa lagi karena sedang hamil dan post covid-19," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
SIM keliling Bantul diserbu warga. Cek jadwal Mei 2026, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta tips agar tidak kehabisan antrean.
Cuaca Jogja 30 Mei 2026 didominasi berawan. Sleman berpotensi hujan ringan, suhu 21–31°C dengan kelembapan tinggi.
Daftar lengkap hari libur nasional Juni 2026 berdasarkan SKB Tiga Menteri. Simak trik manfaatkan long weekend dan hari kejepit di sini.
Jakarta resmi jadi tuan rumah drawing ASEAN Club Championship (ACC) 2026-2027 pada 5 Juni. Persib Bandung & Borneo FC siap kepung Buriram serta JDT.
Polisi selidiki penyebab kematian satu keluarga di tenda wisata Kledung Temanggung melalui uji toksikologi sampel makanan dan gas oleh Labfor Polda Jateng.