1.100 Ibu Hamil Divaksin di GSP UGM

Dekan FKKMK UGM, Ova Emilia, menyuntikkan vaksin kepada salah satu ibu hamil, di GSP UGM, Kamis (19/8/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
20 Agustus 2021 06:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Setelah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan untuk vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil, Pemda DIY akan menggencarkan vaksinasi bagi salah satu kelompok berisiko tinggi ini. UGM mendeklarasikan mengawali gerakan ini ini dengan kegiatan memvaksin sebanyak 1.100 ibu hamil pada Kamis (29/8/2021), di Grha Sabha Pramana (GSP).

Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Ova Emilia, menjelaskan sebagai salah satu kelompok paling rentan, ibu hamil yang terinfeksi C-19 memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami perburukan dan memerlukan perawatan di ruang intensif, terlebih dengan masuknya varian Delta. “Akhir-akhir ini mortalitas ibu hamil meningkat, dan memang ibu hamil merupakan kelompok risiko tinggi sehingga perlu peningkatan daya tahan tubuh,” katanya.

Salah satu upaya strategis yang dapat diambil, selain upaya preventif standar berupa pola hidup sehat dan menerapkan protokol kesehatan secara benar, adalah pemberian vaksinasi pada ibu hamil. Vaksinasi terhadap kelompok ibu hamil dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan yang ditetapkan pada tanggal 2 Agustus lalu.

Baca juga: 717 Warga Binaan Pemasyarakatan di DIY Sembuh dari Covid-19

Deklarasi vaksinasi bagi ibu hamil ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Pemda DIY, Polda DIY, jaringan rumah sakit dan Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai pelaksana vaksinasi bagi ibu hamil.

Ketua POGI cabang DIY, Diah Rumekti Hadiyati, menuturkan vaksinasi bagi ibu hamil di GSP ini hanya sebagai deklarasi dan sosialisasi, untuk kemudian dilanjutkan secara reguler di puskesmas agar aksesnya mudah. “Sisanya nanti akan berlangsung terus diharapkan akhir September suntikan pertama selesai. Akhir oktober yang kedua sudah selesai,” ungkapnya.

Adapun syarat ibu hamil yang bisa divaksin yakni kandungannya berusia 13-33 minggu serta tidak sedang sakit. Sementara bagi ibu hamil yang memiliki penyakit seperti diabetes dan hipertensi, boleh mendapat vaksin asalkan sudah periksa dulu ke dokter sehingga penyakitnya terkontrol.

Baca juga: Tingkat Kekerasan di Sleman Tertinggi, Penegak Hukum Dinilai Lamban

Ia mengungkapkan pentingnya vaksinasi kepada ibu hamil karena selama ini ibu hamil yang positif lebih berisiko untuk bergejala berat dibanding pasien positif pada umumnya. “Dibanding orang tidak hamil, yang masuk ICU orang hamil positif itu hampir 2,5 kali lipatnya. Penggunaan ventilator dibanding yang tidak hamil sampai setengah kali lipat,” katanya.

Dalam satu rumah sakit kata dia, ketika kondisi penuh pasien Covid-19, disinyalir 50% diantaranya merupakan ibu hamil. Meski belum ada data statistiknya, ia menyebut angka kematian ibu hamil yang positif juga cukup tinggi, khususnya pada Juli lalu, seiring dengan melonjaknya kasus positif dan tingkat kematian akibat Covid-19.

“Karena kondisi hamil itu imunitasnya lebih rendah dibanding tidak hamil. Selain vaksinasi, promosi prokes harus terus menerus. Vaksinasi tidak membuat tidak tertular. Tapi kalau tertular harapanya gejala ringan, tidak sampai berat,” ujarnya.