Jangan Asal Beli Tiket Konser Online, Kenali Modus Penipuannya
Waspadai penipuan tiket konser online. Kenali modus tiket palsu, situs tiruan, pembayaran langsung, hingga cara melaporkan jika sudah tertipu.
Suasana Bulak Umpeng, Minggu (5/9/2021). Harian Jogja/JUMALI.
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kapanewon Piyungan, Bantul memastikan objek wisata Bulak Umpeng di Padukuhan Daraman, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan ditutup sementara.
Hal ini menyusul meninggalnya 6 warga Daraman dalam kecelakaan truk saat mengangkut batu dari sekitaran Candi Ijo, Jumat (3/9/2021) malam.
“Sementara ditutup. Karena masih dalam masa berkabung atas peristiwa kecelakaan yang terjadi kemarin,” kata Panewu Piyungan Anton Yulianto, Minggu (5/9/2021).
BACA JUGA : Telan 6 Korban Meninggal, Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Dekat Tebing Breksi
Sementara Dukuh Daraman, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Syamsul Arifin mengatakan jika keenam warganya tersebut meninggal saat kecelakaan truk saat mengangkut batu dari sekitaran Candi Ijo, Jumat (3/9/2021) malam.
Saat itu warga yang berinisiatif menambah 10 set tempat duduk dari batu dengan panjang sekitar satu meter dan memiliki tinggi dan lebar sekitar 50 sentimeter yang akan diletakkan di Bulak Umpeng. Tempat duduk itu dipesan di perajin batu di kawasan Candi Ijo, Prambanan.
Pada Jumat (3/9/2021) usai Maghrib, ada sebanyak 11 orang, termasuk sopir truk berangkat ke Candi Ijo untuk mengambil pesanan tempat duduk tersebut. Namun nahas, saat pulang truk tersebut mengalami kecelakaan di turunan yang tajam di sekitar Tebing Breksi.
“Akibat kecelakaan itu, dari 11 orang, enam orang dinyatakan meninggal dunia,” katanya.
BACA JUGA : Laka Maut Dekat Tebing Breksi, Korban Meninggal Bertambah Jadi 6 Orang
Syamsul mengungkapkan, sebelum menjadi objek wisata, kawasan Bulak Umpeng adalah area jalan tanah untuk akses pertanian warga. Oleh warga pada 2020, kawasan itu dilakukan pengerasan jalan dengan cor beton dan dikembangkan menjadi destinasi wisata, Bulak Umpeng. Pengunjung yang datang rata-rata adalah para goweser yang bisa melihat pemandangan bentangan Pegunungan Sewu dan sawah.
“Karena banyak yang datang, maka akhirnya dibuatlah gubuk-gubuk kecil. Pengunjung bisa menikmati pemandangan dan makan makanan tradisional di sini,” jelas Syamsul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Waspadai penipuan tiket konser online. Kenali modus tiket palsu, situs tiruan, pembayaran langsung, hingga cara melaporkan jika sudah tertipu.
Denver, anjing malamut alaska seberat 70 kg di Semarang, ‘bekerja’ lewat sesi foto berbayar untuk membantu biaya shelter anjing telantar.
Pemkab Sleman membuka Sleman Creative Weeks #6 untuk memperkuat ekonomi kreatif dan ekosistem seni budaya hingga Oktober 2026.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.