Mau ke Tebing Breksi? Jangan Langsung Datang! Reservasi Dulu lewat Online!

Wisatawan berfoto dengan latar pahatan figur wayang di Tebing Breksi di Prambanan. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19 - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
15 September 2021 07:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Supramono, menyarankan pengunjung Tebing Breksi untuk tidak langsung mendatangi lokasi, teapi melakukan reservasi dulu secara online melalui Visiting Jogja.

“Kalau bisa reservasi lewat online, kalau mau pakai Visiting Jogja kami anjurkan sehingga bisa dipantau kalau yang mau datang berapa orang bisa kami pantau. Datang kesitu kemudian di pintu masuk cek QR Code PeduliLindungi untuk screening,” ujarnya.

Kemudian untuk mendukung protokol kesehatan, fasilitas cuci tangan, cek suhu dan sebagainya tetap disediakan. Kuota pengunjung juga masih dibatasi sebanyak 25% dari total kapasitas. Ia menegaskan untuk Tebing Breksi, pengunjung dengan anak di bawah 12 tahun belum boleh masuk.

“Walaupun di beberapa statement Pak Menteri Pariwisata bilang kalau ada diskresi. Tapi kami belum mau pakai itu. Banyak anak-anak yang berkunjung iya. Menurut saya itu nanti, kalau sepanjang uji coba mendingan nggak dulu. Biar efek uji cobanya kelihatan bener,” ungkapnya.

Baca juga: Sekolah di Gunungkidul Sudah Dibuka

Meski telah dibuka sejak dua hari lalu, menurutnya Tebing Breksi belum ramai dikunjungi. “Tebing Breksi kapasitasnya 10.000 orang. Selama ini, selama PPKM itu ya paling 200 orang, maksimal 500 orang. Jadi pembatasan 25 persen itu pasti tercapai ya karena pengunjungnya memang masih sedikit,” katanya.

Hal ini menurutnya disebabkan pengunjung Tebing Breksi biasanya dari rombongan massal anak sekolah. Namun sekarang anak sekolah tidak boleh berwisata. “Kalau pun ada rombongan dari luar daerah satu dua bus yang juga anak sekolah itu tetap sedikit lah menurut saya,” ujarnya.

Pada masa pandemi sebelum PPKM, pengunjung Tebing Breksi didominasi oleh kelompok keluarga atau sekelompok kecil rombongan yang masih berasal dari satu daerah. Jumlah kunjungan juga masih terbatas pada 500 orang pada hari libur, sehingga masih memenuhi syarat kuota 25%.