Advertisement

Pasca-Relokasi, Sultan Tegas Melarang PKL Berjualan di Pedestrian Malioboro

Sunartono
Rabu, 26 Januari 2022 - 22:07 WIB
Bhekti Suryani
Pasca-Relokasi, Sultan Tegas Melarang PKL Berjualan di Pedestrian Malioboro Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menegaskan melarang pedagang berjualan di jalur pedestrian Malioboro.

Ribuan pedagang kaki lima (PKL) Malioboro kini sudah mulai direlokasi ke tempat baru, sehingga jalur pedestrian dilarang ada PKL.

Advertisement

Gubernur DIY Sri Sultan HB X secara resmi memberikan nama tempat baru PKL Malioboro dengan sebutan Teras Malioboro. Prosesi ini digelar melalui Wilujengan atau selamatn secara tertutup di Teras Malioboro 1 atau eks Gedung Bioskop Indra, Rabu (26/1/2022).

Sultan berharap perpindahan PKL harus menjadi semangat bersama, bukan semata-mata karena fasilitas. Pemda DIY dan Pemkot Jogja tidak akan tinggal diam setelah memindahkan para PKL. Melainkan akan terus berusaha mensukseskannya melalui berbagai program dalam membantu PKL Malioboro. Sultan menjamin para PKL tidak akan dipungut biaya apa pun selama satu tahun anggaran.

BACA JUGA: Romantisme Jogja: Kenangan Terakhir Berlesehan di Malioboro

“Untuk itu tadi juga sudah saya utarakan, didukung oleh APBD, kami dalam waktu satu tahun anggaran ini tidak akan menarik pajak apapun kepada para pedagang yang pindah dalam waktu satu tahun anggaran nanti kita lihat perkembangannya. Demikian juga kota madya [Pemkot Jogja] tidak akan minta retribusi dalam satu tahun anggaran ini,” kata Sultan usai Wilujengan penggunaan Gedung Eks Bioskop Indra sebagai tempat baru PKL Malioboro, Rabu (26/1/2022) sore.


HB X menegaskan pemerintah akan memberikan ruang kepada para PKL untuk fokus bersama-sama mempromosikan tempat yang baru ini. Sehingga menjadi pilihan menarik bagi para wisatawan maupun bagi warga masyarakat Jogja yang ingin belanja di PKL di Teras Malioboro 1 maupun Teras Malioboro 2.

Selain itu ke depan akan diterbitkan keputusan terkait larangan PKL berjualan di sepanjang Jalan Malioboro. Sultan menyadari jika masih ada PKL yang nekat berjualan maka dapat merugikan PKL yang sudah pindah.

“Dengah demikian harapan saya kami juga sepakat nanti otomatis akan mengeluarkan keputusan yang baru kita desain bagaimana dengan PKL pindah di tempat yang satu di Teras Malioboro 1 dan 2 tidak boleh ada lagi PKL jualan di sepanjang Malioboro. Soalnya nanti kalau boleh ya kasian mereka yang pindah. Jadi sama-sama hal ini kita lakukan,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement