Muhammadiyah Desak Polisi Tak Tebang Pilih Usut Kekerasan Ormas
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Ilustrasi jalan tol./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berencana membangun pusat pemberhentian kendaraan di luar area pintu keluar masuk Tol Jogja Solo, Tol Jogja Bawen, dan Tol Jogja Bandara YIA. Pemerintah Pusat menyiapkan setidaknya tujuh titik keluar masuk tol yang melintasi provinsi ini dan DIY berusaha menego penentuan titik keluar masuk tol.
BACA JUGA: 3 Bulan, Ganasnya Ombak Pantai Glagah Menelan 2 Keluarga, Kakak Adik Selalu Jadi Korban
Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono mengatakan titik keluar masuk Tol Jogja Solo, Tol Jogja Bawen, maupun Tol Jogja Bandara YIA Pemerintah Pusat. Namun, DIY memiliki kesempatan untuk mengusulkan lokasi agar wilayah sekitar tol tersebut tidak sekadar dilewati.
“Kami bargaining, minta ada titik ke sini, ada titik ke sana. Supaya area sekitarnya tidak berhenti atau mandek atau bahkan hanya kelewatan tol. Karena pengalaman di berbagai daerah, ketika dibangun tol, masyarakatnya hanya kelewatan,” katanya, Minggu (27/3/2022).
Pusat pemberhentian kendaraan di area keluar masuk tol akan menampung pelaku UMKM lokal DIY sekaligus sebagai tempat pemberhentian lalu lintas agar tidak langsung masuk ke Kota Jogja sehingga menimbulkan kemacetan.
Sebelum ada tol saja. Kota Jogja sudah macet saat akhir pekan dan libur panjang. Kondisi ini akan semakin parah apabila keberadaan tol tidak diantisipasi.
“Begitu kendaraan dari tol masuk ke Kota Jogja, pasti crowded sekali nanti. Jogja tidak didesain sebagai kota metropolis dengan jalan lebar. Park and ride juga akan di desain di beberapa lokasi, seperti yang ada di Gamping itu nanti akan ditingkatkan lagi kapasitasnya,” katanya.
Beny mengatakan lahan seluas sekitar 9 hektare sudah disiapkan untuk membangun pusat pemberhentian kendaraan. Lokasi itu tidak harus dekat dengan titik keluar masuk tol mengingat keterbatasan lahan di wilayah DIY. Pemda akan menentukan apa saja yang boleh dibangun di sekitar kawasan keluar masuk tersebut.
“Lokasi itu tidak harus tepat betul di titik in out tersebut, nanti menyesuaikan karena lahan di Jogja ini bisa dibilang terbatas. Mungkin agak geser sedikit sehingga diperlukan jalan penghubung,” katanya.
Kemungkinan ada tujuh titik keluar masuk tol di wilayah DIY. Pemda DIY akan mencermati titik-titik tersebut untuk dapat menangkap peluang pengembangan ekonomi.
BACA JUGA: Resmi, Tol Jogja Bawen Mulai Dibangun di Tirtoadi pada 30 Maret
Ia menegaskan DIY sudah mulai mempersiapkan membangun pusat pengembangan ekonomi kawasan untuk menangkap peluang semakin banyaknya arus yang akan masuk ke Jogja lewat tol.
“Nanti kalau sudah ada tol, tiba-tiba pintu keluarnya itu hanya jalan [setingkat] kabupaten kan kurang maksimal. Kami berusaha menangkap peluang yang saat ini sedang disusun bersama. Prinsipnya akan menyesuaikan, kalau di titik elevated [melayang] dan at grade [di tanah] peluangnya berbeda,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 5 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun, tarif Rp8.000, dan cara pembayarannya.
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.
DPRD Sleman mendorong perbaikan data desil dibuka berkala agar perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat tercermin dalam data.
Banjir bandang Nepal-China menewaskan 1.280 orang dan membuat lebih dari 5.620 orang hilang. Operasi pencarian memasuki pekan kedua.
Dampak bullying dapat terbawa hingga sekolah baru. SIKOMHATI.ID diterapkan di SMK YPKK Tepus untuk memperkuat empati dan komunikasi siswa.