Gejala Awal Ebola Varian Bundibugyo, Jangan Terkecoh Mirip Flu Biasa
Kenali gejala awal Ebola varian Bundibugyo yang kini menjadi perhatian dunia. Dosen FKIK UMY menjelaskan gejala, kelompok berisiko, hingga langkah pencegahan.
Ilustrasi jalan tol./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berencana membangun pusat pemberhentian kendaraan di luar area pintu keluar masuk Tol Jogja Solo, Tol Jogja Bawen, dan Tol Jogja Bandara YIA. Pemerintah Pusat menyiapkan setidaknya tujuh titik keluar masuk tol yang melintasi provinsi ini dan DIY berusaha menego penentuan titik keluar masuk tol.
BACA JUGA: 3 Bulan, Ganasnya Ombak Pantai Glagah Menelan 2 Keluarga, Kakak Adik Selalu Jadi Korban
Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono mengatakan titik keluar masuk Tol Jogja Solo, Tol Jogja Bawen, maupun Tol Jogja Bandara YIA Pemerintah Pusat. Namun, DIY memiliki kesempatan untuk mengusulkan lokasi agar wilayah sekitar tol tersebut tidak sekadar dilewati.
“Kami bargaining, minta ada titik ke sini, ada titik ke sana. Supaya area sekitarnya tidak berhenti atau mandek atau bahkan hanya kelewatan tol. Karena pengalaman di berbagai daerah, ketika dibangun tol, masyarakatnya hanya kelewatan,” katanya, Minggu (27/3/2022).
Pusat pemberhentian kendaraan di area keluar masuk tol akan menampung pelaku UMKM lokal DIY sekaligus sebagai tempat pemberhentian lalu lintas agar tidak langsung masuk ke Kota Jogja sehingga menimbulkan kemacetan.
Sebelum ada tol saja. Kota Jogja sudah macet saat akhir pekan dan libur panjang. Kondisi ini akan semakin parah apabila keberadaan tol tidak diantisipasi.
“Begitu kendaraan dari tol masuk ke Kota Jogja, pasti crowded sekali nanti. Jogja tidak didesain sebagai kota metropolis dengan jalan lebar. Park and ride juga akan di desain di beberapa lokasi, seperti yang ada di Gamping itu nanti akan ditingkatkan lagi kapasitasnya,” katanya.
Beny mengatakan lahan seluas sekitar 9 hektare sudah disiapkan untuk membangun pusat pemberhentian kendaraan. Lokasi itu tidak harus dekat dengan titik keluar masuk tol mengingat keterbatasan lahan di wilayah DIY. Pemda akan menentukan apa saja yang boleh dibangun di sekitar kawasan keluar masuk tersebut.
“Lokasi itu tidak harus tepat betul di titik in out tersebut, nanti menyesuaikan karena lahan di Jogja ini bisa dibilang terbatas. Mungkin agak geser sedikit sehingga diperlukan jalan penghubung,” katanya.
Kemungkinan ada tujuh titik keluar masuk tol di wilayah DIY. Pemda DIY akan mencermati titik-titik tersebut untuk dapat menangkap peluang pengembangan ekonomi.
BACA JUGA: Resmi, Tol Jogja Bawen Mulai Dibangun di Tirtoadi pada 30 Maret
Ia menegaskan DIY sudah mulai mempersiapkan membangun pusat pengembangan ekonomi kawasan untuk menangkap peluang semakin banyaknya arus yang akan masuk ke Jogja lewat tol.
“Nanti kalau sudah ada tol, tiba-tiba pintu keluarnya itu hanya jalan [setingkat] kabupaten kan kurang maksimal. Kami berusaha menangkap peluang yang saat ini sedang disusun bersama. Prinsipnya akan menyesuaikan, kalau di titik elevated [melayang] dan at grade [di tanah] peluangnya berbeda,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali gejala awal Ebola varian Bundibugyo yang kini menjadi perhatian dunia. Dosen FKIK UMY menjelaskan gejala, kelompok berisiko, hingga langkah pencegahan.
Peluncuran B50 disambut positif pengguna jalan. Warga berharap BBM lebih murah, ramah lingkungan, dan stok stabil.
KPK menangkap Bupati Sukoharjo dalam OTT terkait dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah. Status segera ditentukan.
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas sejauh 2 km pada 10 Juli 2026. Warga diminta menjauhi zona bahaya dan alur sungai.
Update harga pangan nasional 10 Juli 2026: cabai rawit Rp60.700/kg, telur Rp29.000/kg, beras dan minyak goreng relatif stabil.
KPK kembali gelar OTT ke-16 pada 2026 dengan menangkap Bupati Sukoharjo. Simak daftar lengkap operasi tangkap tangan sepanjang tahun ini.