Advertisement

Kampung Badran: Dulu Dikenal Sarang Preman, Kini Ramah Anak & Hijau

Bernadheta Dian Saraswati
Jum'at, 08 April 2022 - 11:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Kampung Badran: Dulu Dikenal Sarang Preman, Kini Ramah Anak & Hijau Warga Badran, Kota Jogja memamerkan potensi kerajinan dalam Dodolan Kampung, Jumat (4/10/2019). - Harian Jogja - Lugas Subarkah.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Kampung Badran viral setelah penangkapan remaja yang diduga melakukan klithih. Warganet menyebut remaja itu apes karena tertangkap di lokasi yang dulu jadi sarangnya preman di Jogja.

Diolah dari berbagai sumber, Kampung Badran sejak dahulu memang dikenal dengan kampung preman. Sebuah postingan akun Twitter @Upil_Jaran1 juga mengamini hal tersebut. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Kampung Badran yang terletak di sisi barat Kota Yogyakarta, tepatnya di Kelurahan Bumijo, Kecamatan Tegalrejo, dulu terkenal sebagai "Kampung Preman". Namun, kampung ini kini berubah menjadi Kampung Wisata Edukatif, bahkan menjadi salah satu Kampung Ramah Anak (KRA," tulisnya dikutip Harianjogja.com, Jumat (8/4/2022). 

@isabellame94 juga menuliskan hal yang sama. Ia menyebut bahwa Badran sempat terkenal sebagai sarangnya preman. 

"Sana itu dulu terkenal sebagai kampung (maaf) preman, sarang preman, nyari gali yg model apapun ada. Medio 80-90an, ibu dan bapakku dulu lumayan gaul, mereka sering cerita tentang Badran. Sampai sekarang stigma Badran kampung preman masih melekat di orang" kelahiran 60-an," tulisnya.

Baca juga: Badran Jogja Mendadak Trending di Twitter, Diduga Klithih Lagi

Sebuah jurnal milik Universitas Islam Indonesia (UII), juga menjelaskan bahwa Kampung Badran merupakan salah satu kampung di Jogja yang terpilih menjadi kampung percontohan kampung ramah anak. Kampung ini terletak di sisi barat Kota Jogja dan berbatasan langsung dengan salah satu sungai besar yang melintas di Jogja yaitu Sungai Winongo.

Bagi warga Jogja, citra kampung Badran sebagai kampung preman sudah lama dikenal. Gelar mengerikan ini melekat erat, karena memang kondisi sosial masyarakatnya di waktu itu sedemikian negatif. Anak-anak jalanan dan preman, hidup dengan segala ketidakteraturannya sehingga menjadikan wilayah ini nampak sangar.

Advertisement

Namun kini citra tersebut memudar setelah kampung ini mendapat gelar sebagai Kampung Ramah Anak.

Kaum perempuan di Badran juga tergerak untuk mengubah citra kampung preman menjadi Badran yang hijau. Puluhan ibu rumah tangga menyulap pekarangannya menjadi kebun mini yang ditanami beragam sayuran.

Beberapa jenis sayuran yang ditanam ada tomat, bayam, sawi, kangkung, brokoli, hingga selada. Tanaman-tanaman itu tak sekadar mempercantik lingkungan tetapi bisa meningkatkan perekonomian warga karena hasil panen bisa dijual kepada warga sekitar.

Advertisement

Di kampung Badran terdapat banyak potensi, diantaranya kerajinan dan kuliner. Kerajinan seperti kain batik, syal leher yang unik dan kerajinan lainnya. Lalu untuk kuliner juga tersedia seperti jamu, olahan sayur, olahan buah, kripik sukun, dan masih banyak lainnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Twitter

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Survei Indikator: Polri Masih Terpuruk

News
| Senin, 28 November 2022, 06:47 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement