Pendaftaran Ketua KONI Gunungkidul Dibuka, Ini Syaratnya
KONI Gunungkidul membuka penjaringan ketua periode 2026-2030. Pendaftar harus berusia minimal 30 tahun dan mendapat dukungan sekitar 15 pengkab.
Pemandangan Pantai Kukup dari kejauhan yang terlihat dari bibir Pantai Mesra, Gunungkidul./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul optimistis sektor wisata Gunungkidul bisa terus bangkit dan pulih seperti sebelum pandemi Covid-19. Keyakinian ini tak lepas dari pertumbuhan ekonomi Gunungkidul sebesar 5,22%. Sementara, sekor wisata menjadi paling bersinar selama 2021.
BACA JUGA: Serangan si Ekor Panjang di Gunungkidul Menyebar hingga ke 9 Kapanewon
Data dari BPS Gunungkidul di tahun lalu menunjukkan sektor jasa wisata memiliki pertumbuhan paling tinggi yang mencapai 18,37%. Sektor lain seperti informasi komunikasi tumbuh 16,87%, konstruksi sebesar 9,90%. Adapun pertumbuhan paling rendah terjadi di sektor pertanian yang hanya 0,76%.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian, mengatakan tingginya pertumbuhan wisata menandakan sektor ini mulai bangkit. Penutupan sektor wisata pada awal pandimi sangat memukul.
Meski demikian, dibukanya kembali wisata memberikan dampak bagus terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Tahun lalu kami ditarget PAD dari retribusi wisata sebesar Rp12 miliar dan realisasinya tembus Rp12,5 miliar atau tercapai 104,6%,” katanya, Minggu (10/4/2022).
Menurut Aldian, pulihnya wisata Gunungkidul banyak dipengaruhi kelonggaran kebijakan PPKM oleh pemerintah.
Ia optimistis apabila pandemi bisa semakin terkendali, wisata bisa terus bangkit dan segera pulih seperti sedia kala. “Jadi kondisi itu langsung berdampak positif pada perekonomian Gunungkidul, tidak hanya dari retribusi, tapi juga ke pelaku usaha dan masyarakat,” katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Saptoyo, mengatakan pertumbuhan ekonomi wisata sangat pesat. Meski demikian, pertanian masih yang paling dominan dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Hal ini terlihat dari rasio produk regional domestik bruto (PRDB) sebesar Rp20,24 trilun. Sektor pertanian berkontribusi 23,63%, sedangkan jasa lainnya yang terdiri dari urusan wisata memberikan porsi sebanyak 3,34%.
BACA JUGA: Jogja Segera Punya Pusat Desain Industri Nasional 4 Lantai di Bekas Terminal Terban
Menurut dia, catatan apik di 2021 menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Gunungkidul. Salah satunya dengan melakukan kolaborasi di sektor pertanian dan wisata menjadi satu paket yang dikemas agar bisa menarik minat wisatawan melalui agrowisata.
“Tujuannya, agar pertanian tetap tumbuh dan ada regenerasi petani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KONI Gunungkidul membuka penjaringan ketua periode 2026-2030. Pendaftar harus berusia minimal 30 tahun dan mendapat dukungan sekitar 15 pengkab.
Jadwal SIM Keliling Sleman November 2026 tersedia di MPP, Sleman City Hall dan lokasi SIMMADE. Simak jam layanan serta persyaratannya.
AHY mengecam dugaan penyadapan ilegal yang dinilai mengancam demokrasi, keamanan negara, dan privasi masyarakat.
Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengungkap kerentanan jaringan 2G dan pentingnya pengawasan sistem LIMS untuk mencegah penyadapan ilegal.
Satpom Lanud Adisutjipto mengajak masyarakat tidak takut melapor jika menghadapi persoalan yang melibatkan anggota TNI AU.
Kemenkes mendistribusikan 3,8 juta masker, oksigen, obat-obatan, dan tenaga kesehatan untuk tujuh provinsi terdampak kabut asap karhutla.