Profil Irjen Ahrie Sonta, Mantan Ajudan Prabowo Jadi Tersangka Penyadapan Presiden
Irjen Ahrie Sonta Nasution merupakan lulusan Akpol 2002 yang pernah menjadi Sekpri Kapolri dan ajudan Presiden Prabowo.
Penghageng KHP Nitya Budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Bendara dalam diskusi tentang wisata dan pemulihan ekonomi, Senin (11/4/2022)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Masyarakat perlu memberikan apresiasi terhadap batik sebagai master piece art dan jangan dipandang hanya sebuah tekstil atau motif saja.
Penghageng KHP Nitya Budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Bendara mendukung pariwisata Jogja dari mass tourism (pariwisata massal) menuju quality tourism (pariwisata mengedepankan kualitas) dan responsible tourism. Generasi Z memiliki peran penting dalam mendorong konsep ini ke depannya.
GKR Bendara mendorong pariwisata Jogja untuk diarahkan pada konsep quality tourism, green tourism, responsible tourism dan sustanaibale tourism. Konsep ini bisa diterapkan tidak harus dengan biaya mahal, namun modal utamanya adalah kesadaran semua pihak. Baik dari sisi pengelola maupun edukasi terhadap wisatawan.
“Misalnya wisatawan datang tanpa membawa sampah yang luar biasa, jadi lebih pada quality tourism, lebih pada green tourism, responsible, sustainable tourism, ini sedang kami dorong,” katanya dalam diskusi pada Senin (11/4/2022).
Sebagaimana diketahui quality tourism merupakan wisata dengan mengedepankan kualitas dari kuantitas. Kemudian sustainable tourism lebih pada pengembangan untuk jangka panjang dan responsible tourism merupakan konsep pariwisata bertanggungjawab menjaga eksisten budaya lokal tanpa mengurangi unsur eksotisme.
Baca juga: Mengenal Beragam Motif Batik di Hari Batik Nasional, 2 Oktober
Bendara menilai generasi Z atau yang lahir antara 1996 hingga 2021 memiliki peran penting dalam mengembangan konsep pariwisata ini ke depannya. “Untuk generasi Z milenial ini yang penting, karena dia lahir di teknologi, bagaimana melakukan tetapi sebisa mungkin cerminkan budaya kita untuk mendorong pariwisata Jogja lebih responsible tourism,” ujarnya.
Salah satu contohnya terkait kearifan lokal batik yang harus dipahami cara penggunaannya oleh generasi Z. Batik jangan dianggap hanya sebagai motif tekstil. “Jangan pernah menggunakan batik parang atau kawung di lantai atau di sepatu. Apresiasilah batik sebagai master piece art jangan sebagai semacam tekstil atau motif saja, tetapi batik adalah master piece art,” ucapnya.
Inovasi dan kreativitas memang harus dilakukan namun untuk masuk pada ranah budaya tetap harus dijaga agar tidak berlebihan. Cara memahami nilai budaya inilah yang akan membuat wisata maupun budaya Jogja semakin baik di mata internasional.
“Berkreasilah tetapi tetap dalam ranah budaya harus dijaga, jangan sampai kreativitas kebablasan, misalnya ada gambar Gurda tetapi dibikin kebalik, begitu ditegur bilangnya kreativitas. Boleh berkreasi jangan memperlakukan batik seperti motif yang lain karena generasi Z adalah masa depan kita, sebisa mungkin membawa nama baik Jogja dorong budaya kita bisa sampai ke luar negeri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Irjen Ahrie Sonta Nasution merupakan lulusan Akpol 2002 yang pernah menjadi Sekpri Kapolri dan ajudan Presiden Prabowo.
Helikopter Mi-17V5 mengalami kecelakaan saat pemadaman karhutla di Seruyan, Kalteng. Satu personel meninggal dan proses evakuasi berlangsung.
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan se-DIY memperkuat koordinasi untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan melindungi pekerja.
Nusron Wahid menjalani pemeriksaan KPK selama lima jam dan menegaskan perjalanan ke luar negeri telah mendapat persetujuan Kemensetneg.
Mabes Polri memastikan soliditas internal tetap terjaga setelah Listyo Sigit dan dua jenderal ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan.
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In