Lonjakan Penumpang KAI saat Long Weekend, Jogja Jadi Destinasi Favorit
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Proses evakuasi truk di Kali Gendol, Selasa (19/4/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN--Hujan deras yang terjadi di puncak Gunung Merapi menyebabkan banjir lahar hujan, Selasa (19/4/2022). Akibatnya, ada tiga truk penambang pasir terjebak. Satu truk di Kali Gendol dan dua truk lainnya di Kali Woro. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari peristiwa tersebut.
Itulah sebabnya, BPBD Sleman mengingatkan agar para penambang pasir di sungai-sungai yang berhulu di Merapi diminta tidak mengabaikan peringatan dini terjadinya hujan di puncak Gunung Merapi.
"Kalau sudah ada peringatan dini karena terjadi hujan lebat di puncak Gunung Merapi, segera keluar dari sungai, tidak perlu ditunda-tunda lagi," kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan kepada Harianjogja.com, Selasa (19/4/2022).
BACA JUGA: Banjir Lahar Hujan di Lereng Merapi, Truk Terkubur di Kali Gendol
Dijelaskan Makwan, saat ini material Merapi di wilayah atas gunung masih banyak. Jika terjadi hujan deras di puncak, maka hal itu akan berpotensi banjir lahad hujan di aliran sungai-sungai berhulu Merapi.
Dia mengatakan, banjir lahar hujan yang terjadi sebenarnya relatif aman jika masyarakat tidak beraktivitas di aliran sungai. Pasalnya, kondisi tanggul dan dam penahan banjir di sungai-sungai berhulu Merapi saat ini masih mampu menampung material yang terbawa banjir.
BACA JUGA: Kabar Baik, Status PPKM Sleman Turun ke Level 2
Sayanganya, kata Makwan, beberapa kali kejadian banjir lahar yang menerjang dan menimbun kendaraan angkutan material maupun alat-alat penambangan disebabkan karena terlambat dalam antisipasi. Terkadang, katanya, penambang dan armadanya terlambat naik. Alat berat dan penambang masih berada di aliran sungai. Saat berupaya naik ke tempat yang aman terlanjur diterjang banjir.
"Oleh karenanya, jangan mengabaikan peringatan dini. Yang sering menjadi alasan karena mereka [penambang] \'tanggung\' dan melanjutkan aktivitas penambangan material," ujar Makwan.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogja Warjono mengatakan cuaca ekstrim berpotensi terjadi di wilayah Sleman. Hal itu terjadi karena banyak pembentukan awan CB atau kumulonimbus akibat udara hangat di sekitar Gunung Merapi. Pembentukan awan Cb tersebut, katanya, lumrah terjadi saat peralihan musim atau pancaroba. Kondisi tersebut menyebabkan hujan akan turun dengan intensitas hujan disertai angin dan petir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Surplus perdagangan DIY naik menjadi US$99,96 juta pada triwulan I 2026 meski ekspor dan impor melemah akibat tekanan ekonomi global.
Ratusan unit properti dipamerkan kepada para agen properti, investor, hingga para broker dalam acara bertajuk Mandiri Lelang Festival (MLF) 2026
Ghost In The Cell karya Joko Anwar sukses menembus 3 juta penonton di bioskop dan tetap kuat di tengah persaingan film baru Indonesia.
Cara membuat status WhatsApp pakai lagu kini makin mudah lewat fitur musik resmi, Spotify, hingga Instagram Stories. Simak tips agar audio tetap jernih.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.