Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengimbau masyarakat lebih waspada menggunakan barang yang dapat memicu kebakaran. Pasalnya, angka kejadian kebakaran di Bantul cukup tinggi, bahkan sudah mencapai 62 kasus sejak awal tahun hingga medio tahun ini.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul, Irawan Kurnianto mencatat angka kebakaran selama Januari hingga awal Juli tahun ini sudah mencapai 62 kasus dengan kerugian materi mencapai Rp550 juta. “Mayoritas kebakaran didominasi korsleting listrik dengan jumlah 21 kasus,” kata Irawan, Senin (4/7/2022).
BACA JUGA: Wisatawan Parangtritis Hati-Hati! Ubur-Ubur Bakal Muncul Juli-Agustus
Kemudian disusul kelalaian pemilik rumah tercatat 15 kasus, kebocoran gas 11 kasus, karena unsur kesengajaan tiga kasus, petasan dua kasus, dan kebakaran yang belum diketahui penyebabnya sebanyak 10 kasus.
Untuk itu, Irawan meminta masyarakat untuk selalu mengecek kabel-kabel listrik di dalam rumah dan diiupayakan untuk menggunakan kabel Standar Nasional Indonesia (SNI) karena paling banyak kebakaran karena korsleting listrik.
Selain itu, masyarakat juga harus lebih waspada terhadap berbagai penyebab kebakaran, seperti berhati-hati terhadap peralatan rumah tangga yang berpotensi menjadi penyebab kebakaran dan lebih peka terhadap kondisi lingkungan.
Menurut Irawan hampir semua wilayah pemukiman yang dihuni masyarakat bisa terjadi kebakaran rumah. Namun untuk kebakaran lahan biasanya lebih sering terjadi di wilayah perbukitan seperti kapanewon Imogiri dan Dlingo dan sebagian wilayah yang memiliki perkebunan tebu. “Harus selalu menjaga lingkungan karena di musim kemarau ini berpotensi menimbulkan kebakaran lahan,” ujar Irawan.
BACA JUGA: Petani Bawang di Bantul Merugi karena Anomali Cuaca
Manajer Pusat Pengendalian Operasi BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah menambahkan untuk kerugian akibat kejadian kebakaran mencapai kisaran Rp550,4 juta. Jumlah kejadian terbanyak ada di tiga bulan pertama dengan rata-rata 10-11 kejadian sementara di bulan April hingga Juni jumlah kejadiannya 5-6 kasus.
Dari hasil pemetaan wilayah rawan kebakaran, Aka menyebut beberapa hampir semua kapanewon memiliki kerawanan kebakaran baik kebakaran pemukiman maupun kebakaran lahan. Namun untuk tahun ini kebakaran ada di Kapanewon Pundong, Kasihan, Sewon, Pleret Dlingo, Pajangan, Piyungan, Banguntapan, Bambanglipuro Jetis, dan Bantul.
Untuk mengantisipasi kebakran lahan di musim kemarau ini ia meminta masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sampah dan membuang puntung rokok. “Biasanya kebakaran lahan itu dipicu bakar sampah terus ditinggal,” ujar Aka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
PDIP Jawa Tengah belum menentukan sikap atas penangkapan Bupati Sukoharjo Etik Suryani oleh KPK. Partai masih menunggu rilis resmi.
Parfait stroberi dan yogurt kaya protein, serat, dan probiotik, bantu kenyang lebih lama dan dukung program penurunan berat badan.
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Polda Metro Jaya masih menelusuri kepemilikan aset dalam kasus korupsi dan TPPU. Penggeledahan dilakukan di 13 lokasi di Jakarta hingga Bogor.