Akselerasi Hilirisasi Kelautan dan Perikanan
Negara yang mampu bertahan memiliki struktur ekonomi domestik produktif, terdiversifikasi, dan mampu mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah
Ilustrasi./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL — Distribusi pascapanen masih jadi persoalan yang dihadapi para petani khususnya petani milenial. Selain itu, stigma bahwa petani adalah pekerjaan rendahan yang berkutat dengan lingkungan kotor masih banyak dimiliki oleh kalangan milenial.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, jumlah petani milenial yang ada di Bumi Projotamansari hingga kini mencapai 155 orang.
Kepala Bidang Penyuluhan Produksi dan Pengembangan Usaha Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Imawan Eko Handriyanto, mengatakan petani milenial, yang berumur 19 hingga 39 tahun, masih bingung dalam memasarkan hasil pertanian.
“Pertanian itu ada yang on-farm atau budi daya dan off-farm atau pascapanen, pengolahan, pemasaran hasil pertanian serta agroinput yang berkaitan dengan perbenihan dan pupuk,” kata Imawan Selasa, (25/10/2022).
BACA JUGA: BPS DIY Bakal Gelar Sensus Pertanian 2023, Ini Dia Fokusnya
Dia menjelaskan, baik itu pertanian on-farm, off-farm, dan agroinput perlu disosialisasikan sejak dini, tepatnya saat anak menginjak usia sekolah menengah pertama (SMP).
“Ini perlu disosialisasikan secara masif kepada anak-anak muda atau milenial, terutama pemahaman agrobisnis yang tidak hanya menanam kemudian identik dengan padi dan sawah, kotor, berkeringat, hasilnya sedikit,” katanya.
Menurut Imawan, agrobisnis menjadi suatu rangkaian yang tidak terlepas dari berbagai unsur dan hulu dari agrobisnis sebagai penyumbang hasil yang besar adalah sub sistem off-farm dan agroinput.
“Sisi subsistem off-farm dan agroinput mempunyai nilai tambah tinggi, yakni untuk memperoleh pendapatan. Hal ini harus dipahami oleh anak muda,” ucapnya.
Dalam bertani, kata dia, seseorang harus memikirkan hulu dan hilir. Mulai penanaman hingga pemasaran. Selain itu, pengembangan lebih jauh dapat merambah ke sektor agrowisata.
Itulah sebabnya, dalam rangka membantu distribusi hasil pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian membuka pasar tani di depan kantor dinas tersebut yang digelar Senin dan Rabu.
“Menurut saya malah bagus kalau ada semacam outlet besar yang dapat menampung hasil-hasil pertanian dan ada program edukasi di dalamnya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Negara yang mampu bertahan memiliki struktur ekonomi domestik produktif, terdiversifikasi, dan mampu mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.