Advertisement

Difabel Butuh Kursi Roda Adaptif untuk Mudahkan Mobilitas

Lugas Subarkah
Kamis, 05 Januari 2023 - 11:47 WIB
Sunartono
Difabel Butuh Kursi Roda Adaptif untuk Mudahkan Mobilitas Para guru anggota Komunitas Guru Peduli Jogja menyiapkan kursi roda yang akan didonasikan. - Istimewa/KGP

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Kursi roda yang tidak sesuai dengan kebutuhan difabel kerap kali justru menyulitkan mobilitas difabel tersebut, sehingga produktivitas pun terganggu. Sayangnya, di Indonesia belum ada produksi kursi roda yang adaptif.

Indonesian Mobility Champion 2022 dari UCP Roda untuk Kemanusiaan, Bahrul Fuad, mengatakan pemerintah dan masyarakat mesti berupaya memenuhi kebutuhan kursi roda bagi para difabel pengugna kursi roda, yang selama ini sulit mendapatkan kursi roda adaptif.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Kursi roda adaptif ini adalah kursi roda yang ukurannya, bentuknya, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tubuh difabel,” ujarnya dalam diskusi Mobility Champion ‘Komitmen dalam Pemenuhan Hak Mobilitas Pribadi Terhadap Perubahan Hidup Penyandang Disabilitas bagi Pembangunan Inklusi di Indonesia, di Hotel Prime Plaza, Rabu (4/1/2023).

BACA JUGA : Cap Kursi Roda, Penyemangat Maridi Tetap Berkarya

Ia memaparkan kursi roda adaptif sulit didapatkan karena Indonesia belum memiliki teknologi untuk membuat kursi roda adaptif. Kedua, suku cadang dan bahan baku yang masih sulit didapat. Ketiga, kalaupun mau mendatangkan dari luar negeri, masalahnya rumit di bagian birokrasi dan aturan.

“Aturannya belum mempermudah kursi roda adaptif dari luar negeri untuk diimpor ke Indonesia. Lalu persoalan pajak yang tinggi. Kursi roda ini dipajaki sebagai barang mewah. Karena memang kursi roda adaptif di luar negeri harganya bisa Rp15 juta sampai Rp30 juta,” kata dia.

Padahal kursi roda perannya sangat penting dalam membantu mobilitas difabel. Dengan kursi roda yang sesuai, difabel dapat lebih mandiri secara ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Jika kursi rodanya tidak adaptif, akan menimbulkan disabilitas baru.

“Kami mendorong agar pemerintah bisa memfasilitasi itu. Dan UCP masih satu-satunya lembaga yang concern terhadap penyediaan kursi roda adaptif. Padahal persoalannya sangat kompleks, dan ini tidak ada dukungan yang cukup,” ungkapnya.

BACA JUGA : Difabel di Ngaglik Sleman Dapat Kursi Roda dan Pekerjaan

Ketua Yayasan UCP Roda Untuk Kemanusiaan, Mobility Champion adalah program yang diadakan Momentum Wheels for Humanity (MFH), di Los Angeles, yang bertujuan untuk mengkampayekan pentingnya kursi roda adaptif yang memberi manfaat besar bagi difabel.

“Sehingga penyandang disabilitas itu bisa mandiri dalam mobilitas. Tidak hanya di dalam rumah tapi juga keluar untuk bisa studi, bekerja, berkontribusi, ikut aktif dalam kegiatan masyarakat. Kami akan terus mengkampanyekan pentingnya kursi roda adaptif,” katanya.

Turut hadir dalam diskusi ini, Asisten Ahli & Dosen Fakultas Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Winta Adhitia Guswara, menuturkan UKDW sudah memulai beberapa program terutama untuk memastikan adanya aksesibilitas dan mobilitas bagi orang dengan disabilitas.

“UKDW saat ini sedang mencoba berupaya bersama UCPRUK merancang sebuah unit yang dinamai detachable electric drive. Hal tersebut kami lakukan karena salah satu concern kami adalah jika kursi roda tidak menjadi indeks spesies dari transportasi, kursi roda tidak akan pernah masuk dalam indek-indeks lain dalam pembangunan apapun,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bappenas Apresiasi Ganjar Pranowo terkait Penyusunan RPD dan RKPD

News
| Sabtu, 04 Februari 2023, 09:37 WIB

Advertisement

alt

Kemegahan Desa Wisata Karangrejo Borobudur Menyimpan Kisah Menarik Bersama Ganjar

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement