Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Para guru anggota Komunitas Guru Peduli Jogja menyiapkan kursi roda yang akan didonasikan./Istimewa-KGP
Harianjogja.com, SLEMAN—Kursi roda yang tidak sesuai dengan kebutuhan difabel kerap kali justru menyulitkan mobilitas difabel tersebut, sehingga produktivitas pun terganggu. Sayangnya, di Indonesia belum ada produksi kursi roda yang adaptif.
Indonesian Mobility Champion 2022 dari UCP Roda untuk Kemanusiaan, Bahrul Fuad, mengatakan pemerintah dan masyarakat mesti berupaya memenuhi kebutuhan kursi roda bagi para difabel pengugna kursi roda, yang selama ini sulit mendapatkan kursi roda adaptif.
“Kursi roda adaptif ini adalah kursi roda yang ukurannya, bentuknya, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tubuh difabel,” ujarnya dalam diskusi Mobility Champion ‘Komitmen dalam Pemenuhan Hak Mobilitas Pribadi Terhadap Perubahan Hidup Penyandang Disabilitas bagi Pembangunan Inklusi di Indonesia, di Hotel Prime Plaza, Rabu (4/1/2023).
BACA JUGA : Cap Kursi Roda, Penyemangat Maridi Tetap Berkarya
Ia memaparkan kursi roda adaptif sulit didapatkan karena Indonesia belum memiliki teknologi untuk membuat kursi roda adaptif. Kedua, suku cadang dan bahan baku yang masih sulit didapat. Ketiga, kalaupun mau mendatangkan dari luar negeri, masalahnya rumit di bagian birokrasi dan aturan.
“Aturannya belum mempermudah kursi roda adaptif dari luar negeri untuk diimpor ke Indonesia. Lalu persoalan pajak yang tinggi. Kursi roda ini dipajaki sebagai barang mewah. Karena memang kursi roda adaptif di luar negeri harganya bisa Rp15 juta sampai Rp30 juta,” kata dia.
Padahal kursi roda perannya sangat penting dalam membantu mobilitas difabel. Dengan kursi roda yang sesuai, difabel dapat lebih mandiri secara ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Jika kursi rodanya tidak adaptif, akan menimbulkan disabilitas baru.
“Kami mendorong agar pemerintah bisa memfasilitasi itu. Dan UCP masih satu-satunya lembaga yang concern terhadap penyediaan kursi roda adaptif. Padahal persoalannya sangat kompleks, dan ini tidak ada dukungan yang cukup,” ungkapnya.
BACA JUGA : Difabel di Ngaglik Sleman Dapat Kursi Roda dan Pekerjaan
Ketua Yayasan UCP Roda Untuk Kemanusiaan, Mobility Champion adalah program yang diadakan Momentum Wheels for Humanity (MFH), di Los Angeles, yang bertujuan untuk mengkampayekan pentingnya kursi roda adaptif yang memberi manfaat besar bagi difabel.
“Sehingga penyandang disabilitas itu bisa mandiri dalam mobilitas. Tidak hanya di dalam rumah tapi juga keluar untuk bisa studi, bekerja, berkontribusi, ikut aktif dalam kegiatan masyarakat. Kami akan terus mengkampanyekan pentingnya kursi roda adaptif,” katanya.
Turut hadir dalam diskusi ini, Asisten Ahli & Dosen Fakultas Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Winta Adhitia Guswara, menuturkan UKDW sudah memulai beberapa program terutama untuk memastikan adanya aksesibilitas dan mobilitas bagi orang dengan disabilitas.
“UKDW saat ini sedang mencoba berupaya bersama UCPRUK merancang sebuah unit yang dinamai detachable electric drive. Hal tersebut kami lakukan karena salah satu concern kami adalah jika kursi roda tidak menjadi indeks spesies dari transportasi, kursi roda tidak akan pernah masuk dalam indek-indeks lain dalam pembangunan apapun,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Pakar UMY Susilo Nur Aji menilai desil DTSEN bukan label mutlak kesejahteraan dan perlu dievaluasi sesuai dinamika ekonomi keluarga.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.
Video pencopotan logo Bank Mandiri di gedung Jakarta viral di tengah polemik rekening Mas Botok yang mendapat sorotan publik.
Nezar Patria menyoroti tantangan AI dalam peradilan, terutama autentikasi bukti digital, sekaligus manfaatnya membantu administrasi kasus.