Lansia di Ngawen Gunungkidul Tewas Terbakar Saat Membakar Sampah
Lansia asal Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah. Hingga September 2026 tercatat 154 kasus kebakaran.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, sedang terjadi anomali cuaca. Anomali terjadi karena curah hujan mengalami penurunan, meski secara prediksi di Januari merupakan puncak musim hujan di Bumi Handayani.
“Berdasarkan prakiraan dari BMKG, Januari memang jadi puncak musim hujan. Tapi, memasuki dasarian kedua Januari, curah hujannya malah cenderung turun,” kata Purwono saat dihubungi wartawan, Jumat (13/1/2023).
Meski demikian, ia mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi bencana. Pasalnya, hujan masih berpotensi turun, meski akhir-akhir ini kondisinya sangat cerah.
“Potensi cuaca ekstrem masih ada. Jadi, harus tetap diwaspadai akan adanya bencana karena hujan deras,” katanya.
Menurut Purwono, upaya mitigasi telah dilakukan. Sejak awal Oktober 2022 hingga 31 Desember 2022, BPBD telah menetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi. Meski demikian, ia memastikan status tidak diperpanjang karena kondisi sudah relative terkendali.
Baca juga: Kulonprogo Makin Sering Dilanda Bencana
“Upaya mitigasi tetap dilakukan agar dampak terjadinya bencana dapat terus ditekan. Salah satunya dengan memperluas jaringan kalurahan tangguh bencana di Gunungkidul,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil dari pemetaan ada beberapa potensi bencana seperti angin kencang yang merata di seluruh wilayah Gunungkidul. Selain itu, ada juga potensi banjir di sejumlah titik mulai dari aliran Kali Oya, wilayah di Kapanewon Girisubo dan beberapa titik lainnya.
“Ada juga longsor khususnya di zona utara seperti di Kapanewon Patuk, Ngawen, Gedangsari, Nglipar, Semin hingga Ponjong,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi. Menurut dia, kesiapsiagaan bencana tetap harus dipertahankan karena hingga sekarang masih musim hujan.
“Cuacanya memang cerah akhir-akhir ini, tapi potensi terjadinya hujan lebat tetap ada,” katanya.
Sumadi menjelaskan, kewaspadaan atau antisipasi terhadap bencana bisa dilakukan oleh warga. Salah satunya menjaga kebersihan serta memastikan saluran air tetap lancar.
Selain itu, juga dapat dilakukan dengan memangkas pohon dan dahan di sekitar rumah yang telah rimbun. Pemangkasan dibutuhkan untuk mengurangi risiko pohon tumbang saat terjadinya angin kencang.
“Mitigasi bencana sangat butuh partisipasi dari masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia asal Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah. Hingga September 2026 tercatat 154 kasus kebakaran.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 25 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.