Harga Pertamax Naik, Pemkot Jogja Siapkan Operasi Pasar-Sembako Murah
Harga Pertamax naik ke Rp16.250, Pemkot Jogja siapkan operasi pasar dan sembako murah untuk jaga daya beli warga.
Gedung DPRD DIY/Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Gedung DPRD DIY dan Teras Malioboro (TM) 2 akan direlokasi untuk pembangunan Jogja Planning Gallery (JPG). Gedung baru DPRD DIY di timur Stadion Mandala Krida akan dibangun pada 2024.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Anna Rina Herbranti menyampaikan sayembara untuk desain JPG sudah diadakan tahun lalu. Dari sayembara tersebut terpilih tiga pemenang yang akan dikolaborasikan desainnya untuk pembangunan JPG. Selanjutnya tahun ini, detail engineering design (DED) JPG dan analisis dampak lalu lintas (amdalalin) akan disusun
“Kemudian tahun depan baru dirancang interior dan potensi Jogja Planning Gallery. Kami belum bisa membangun Jogja Planning Gallery kalau DPRD DIY dan Teras Malioboro 2 belum pindah,” ucap Anna, Senin (23/1/2022).
Pada 2024, desain interior JPG akan ditentukan.
BACA JUGA: Curhat Pedagang Teras Malioboro 2 Berkali-kali Direlokasi
Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana menyampaikan rencana relokasi gedung DPRD DIY telah dibahas sejak 2019. Namun, rencana itu sempat terjeda pandemi Covid-19. Pada 2022 lalu, rencana relokasi gedung DPRD DIY dilanjutkan dengan pembuatan DED dan tahun ini dilanjutkan dengan amdal.
Huda menyampaikan, tanah dengan luas sekitar 5 hektare di Jalan Kenari atau di depan BPBD DIY dipilih menjadi tempat relokasi Gedung DPRD DIY. Menurut Huda, lokasi di rimur Stadion Mandala Krida itu dipilih dengan beberapa pertimbangan. Pertama, kepemilikan tanah tersebut berada di Pemda DIY, sehingga tidak perlu dikeluarkan anggaran untuk pengadaan tanah.
“Kebetulan tanahnya milik Pemda DIY, sehingga tidak harus melakukan pembelian tanah. Luasnya sekitar 5 hektare, yang dipakai [untuk Gedung DPRD DIY] dalam perencanaan 1,1 hektare,” katanya.
Selain itu, tanah tersebut berada di area perkantoran. Menurut Huda, Gedung DPRD DIY saat ini berada di wilayah yang kurang tepat, karena berada di kawasan wisata. Lokasi tersebut kurang strategis untuk menampung pendapat dari masyarakat. Huda juga mengatakan pengintegarasian kawasan Malioboro untuk perekonomian pariwisata juga menjadi salah satu alasan relokasi tersebut.
“DPRD sekarang mau dipakai JPG. Ini integrasi dengan kawasan Malioboro untuk memecahkan kemacetan kawasan Malioboro, kaitannya dengan perekonomian pariwisata,” katanya.
Pembangunan gedung DPRD DIY akan bertahap tiap tahun atau multiyears. “Gedung itu [Gedung DPRD DIY] dibangun besar, sehingga kalau diselesaikan dalam satu tahun kami khawatir akan mengganggu keuangan daerah,” katanya.
BACA JUGA: Jogja Planning Gallery Segera Dirancang, Tahun Depan Dibangun
“Harapan kami bisa dibangun pada 2024-2025,” katanya.
Huda belum dapat memastikan besar anggaran yang digunakan untuk pembangunan tersebut. Apabila berjalan sesuai rencana, akhir 2023 anggaran untuk pembangunan Gedung DPRD DIY dapat diketahui.
Huda mengatakan gedung DPRD DIY yang akan dibangun kelak dapat digunakan untuk rapat secara hybrid. Selain itu, gedung tersebut juga dibangun luas untuk mengakomodasi penambahan anggota dewan. Bekas kompleks gedung DPRD DIY yang akan digunakan sebagai JPG hanya akan menyisakan satu bagian yang merupakan bangunan cagar budaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga Pertamax naik ke Rp16.250, Pemkot Jogja siapkan operasi pasar dan sembako murah untuk jaga daya beli warga.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 21 Juni 2026 lengkap layanan reguler dan Xpress. Cek waktu keberangkatan agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Minggu 21 Juni 2026 lengkap. Cek jam keberangkatan terbaru agar tidak kehabisan tiket.
Prakiraan cuaca Jogja Minggu 21 Juni 2026 didominasi cerah berawan. Simak suhu dan potensi hujan di DIY hari ini.
SPMB Bantul 2026 menunjukkan fenomena berbeda. Sejumlah SMP kekurangan pendaftar jalur prestasi khusus, sementara sekolah lain kebanjiran peminat.
Pemkab Bantul menata ulang Gumuk Pasir Parangtritis dengan mengubah rute jip wisata dan melanjutkan restorasi zona inti seluas 141 hektare.