Disdag Jogja Ajak Warga Berbelanja ke Pasar, Belanja Rp20.000 Dapat Kupon Hadiah
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Warga Kelurahan Gunungketur mengelola sampah organik menggunakan ember tumpuk dan losida./Istimewa-Dok. Kelurahan Gunungketur
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kelurahan Gunungketur, Kemantren Pakualam, Kota Jogja, mengelola sampah organik dengan ember tumpuk dan lodong sisa dapur (losida).
Lurah Kelurahan Gunungketur, Sunarni, mengatakan pengelolaan sampah orangik menggunakan ember tumpuk dan losida dilakukan warga sejak awal 2023 setelah ada gerakan zero sampah anorganik dan imbauan untuk mengelola sampah organik.
“Ini menindaklanjuti imbauan dari Pemkot Jogja, sesuai yang disampaikan di musyawarah rencana pembangunan. Sebelum itu, kami coba ke warga. Kami coba mengambil kesepakatan mengelola sampah organik dengan ember tumpuk losida,” ujarnya, Senin (3/4/2023).
Sunarni mengatakan pengelolahan sampah organik tersebut telah dilakukan sekitar 50 rumah tangga di wilayah Kelurahan Gunungketur. “Nanti kami akan berikan sosialisasinya, cara penggunaannya, agar pengusaha, masjid, sekolah dapat memanfaatkan losida ini,” imbuhnya.
Dia mengatakan pengolahan sampah organik tersebut disambut baik warga Kelurahan Gunungketur. Setelah menerima pelatihan pengolahan sampah tersebut, menurut Sunarni sejumlah warga langsung menerapkannya pengolahan sampah tersebut.
“Ketika kemarin saya belum memiliki ember tumpuk, sampah organik saya masukan ke residu. Ketika sampah organik bisa berkurang, itu bisa mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke residu,” katanya.
Sampah organik yang telah diolah menggunakan losida dan ember tumpuk pun akan dimanfaatkan warga sebagai pupuk tanaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Konser Amal OM Lorenza akan digelar di Alun-Alun Wonosari, Jumat 9 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Gunungkidul ke-196.
Angka pernikahan di Wonosari dan Gunungkidul menunjukkan tren menurun. Pendidikan, karier, ekonomi, jumlah penduduk, hingga relasi digital disebut menjadi fakto
5 rekomendasi laptop untuk desain grafis dan editing video dengan GPU bertenaga, RAM besar, serta layar berakurasi warna tinggi.
Survei World Values Survey menunjukkan 73,5% responden Indonesia percaya ada kehidupan setelah kematian. Indonesia berada di posisi ketujuh Asia.
Pekerja laboratorium di Irkutsk meninggal setelah pneumonia berat. Rusia memantau sekitar 200 kontak, tetapi pes belum dikonfirmasi.