Jembatan Berjo Sidoluhur Rampung, Swadaya Warga Tembus Rp155 Juta
Jembatan Berjo di Sidoluhur rampung berkat kolaborasi BKK Rp224 juta dan swadaya warga Rp155 juta, memperkuat akses dan konektivitas.
Ilustrasi penyelenggaraan pemilu./Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo memutakhirkan daftar pemilih Pemilu 2024.
Penyusunan Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) Pemilu 2024 dimulai dari pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan pantarlih dan selanjutnya direkap ditingkat PPS secara serentak di Kabupaten Kulonprogo pada Jumat 31 Maret 2023 dan tingkat PPK pada Minggu 2 April 2023, sedangkan di KPU Kabupaten Kulonprogo baru akan dilaksanakan pada Rabu 5 April 2023.
Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kulonprogo, Yayan Mulyana, mengatakan jumlah pemilih mencapai 347.128 berdasarkan pada hasil data Sidalih per Senin 3 April 2023 pukul 12.00 WIB
“Dengan rincian data tersebut tersebut, sebanyak 169.076 pemilih merupakan laki-laki, sedangkan sisanya sebanyak 178.052 merupakan perempuan,” kata Yayan dihubungi pada Selasa (4/4/2023).
Yayan menambahkan data tersebut masih memungkinkan berubah disesuaikan dengan hasil pleno.
“KPU Kulonprogo bersama PPS [panitia pemungutan suara] dan PPK [panitia pemilihan kecamatan] telah melakukan rapat pleno penetapan DPHP Pemilu 2024. Nah, kalau mengacu pada jadwal pemutakhiran data pemiih, DPHP tingkat PPS sudah dilakukan kemarin, 30-31 Maret 2023, sedangkan di tingkat PPK dilakukan baru saja yaitu pada 1-2 April 2023,” katanya.
Yayan menegaskan rapat pleno di tingkat kabupaten baru akan dilakukan pada Rabu 5 April 2023. Salah satu kendala yang Yayan temukan dalam rapat pleno DPHP adalah ditemukannya kegandaan pemilih.
“Masih ada kendala dengan hal itu [kegandaan pemilih] ketika rapat pleno PPS terkait pemilih kode 8 atau kode 8 itu salah penempatan TPS. Misal pada form daftar pemilih itu si A terdaftar di TPS 1 yang harusnya dia terdaftar di TPS 3. Nah, di TPS 3 tadi dia di-MS-kan [Memenuhi Syarat] jadi pemilih baru. Dengan begitu di TPS 1, dia menjadi TMS, karena sudah pindah,” ucapnya.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulonprogo juga memberi masukan terkait TMS orang meninggal. Yayan mengatakan petugas KPU Kulonprogo belum melakukan TMS terhadap data pemiih meninggal. Hal tersebut disebabkan tidak adanya alat bukti berupa sertifikat atau keterangan kematian dari kalurahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Berjo di Sidoluhur rampung berkat kolaborasi BKK Rp224 juta dan swadaya warga Rp155 juta, memperkuat akses dan konektivitas.
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Presiden Prabowo meluncurkan Program Mandatori B50 yang ditargetkan menghemat devisa hingga Rp170 triliun dan memperkuat ketahanan energi.
Fenomena embun upas kembali muncul di Dieng dengan suhu mencapai minus 6 derajat Celsius, memicu lonjakan kunjungan wisatawan saat libur sekolah.
Nama Kepala Diskominfo Kulonprogo Bambang Sutrisna dicatut pelaku melalui WhatsApp. ASN dan masyarakat diminta waspada terhadap modus penipuan.
Bangkai pesawat kargo Boeing 737-400 yang hilang di Laut Arab ditemukan setelah operasi pencarian 12 jam. Pencarian lima awak masih berlanjut.