RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi tumbler./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mewajibkan semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bantul, kapanewon, hingga kalurahan untuk membawa tumbler atau tempat minum sendiri saat bekerja.
Selain itu, semua organisasi perangkat daerah (OPD) hingga kalurahan juga diminta menyediakan dispenser di kantornya masing-masing.
Upaya terebut merupakan salah satu komitmen Pemkab Bantul dalam mengurangi sampah khususnya sampah plastik untuk menuju Bantul Bersih Sampah 2025 (Bantul Bersama).
Kewajiban membawa tumbler dan menyediakan dispenser di kantor serta tempat rapat itu tertuang dalam pakta integritas yang ditandatangani oleh perwakilan pimpinan OPD, panewu, dan lurah.
Penandatanganan fakta integritas ini dilakukan bersamaan dengan Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun2023 yang dipusatkan di Desa Wisata Watu Gagak, Kalurahan Singosaren, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Selasa (6/6/2023).
BACA JUGA: Masalah Sampah Tak Kunjung Usai, Masyarakat Perlu Memilah Sampah di Rumah
“Ya semua OPD sampai kalurahan wajib menyediakan dispenser air minum di setiap ruang pertemuan, ruang rapat, ruang kerja, dan ASN wajib membawa tumbler atau botol minum pada saat melaksanakan tugas kedinasan,” kata Halim.
Selain mewajibkan ASN bawa tumbler, Halim juga meminta semua ASN mengurangi pemakaian kemasan plastik pada makanan dan minuman, menggunakan jenis kemasan yang dapat didaur ulang seperti daun atau kertas dan sejenisnya pada kegiatan rapat, sosialisasi, pelatihan maupun kegiatan lainnya.
Halim mengatakan berbagai upaya tersebut menjadi komitmen untuk mewujudkan program Bantul Bersama. Ia juga meminta semua pihak melaksanakan komitmen ini agar Bantul Bersama bisa terwujud. Mengingat salah satu caranya adalah merubah budaya masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah rumah tangga.
“Ini kita kawal bersama, bagaimana konsistensi kita, merubah kebudayaan kita dalam mengelola sampah. Karena plastik ini sangat berbahaya untuk masa depan anak cucu kita,” ucapnya.
Lebih lanjut Halim meminta kalurahan dan perdukuhan untuk lebih serius lagi dalam mengelola sampah. Pasalnya sudah ada dana khusus pengelolaan sampah, di antaranya melalui dana Rp50 juta setiap perdukuhan. Sehingga sampah bisa dikelola secara mandiri maupun pihak ketiga
“Kami berkomitmen untuk mengurangi sebanyak mungkin penggunaan plastik, baik kantong plastik maupun kemasan botol plastik. Ini sudah ditandatangani OPD dan Lurah,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho selaku penyelenggara acara mengatakan salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan Bantul Bersama adalah bagaimana merubah kebiasaan masyarakat untuk mau mengolah sampah yang dihasilkan dalam lingkup rumah tangga karena produksi sampah terbesar di Bantul berasal dari rumah tangga.
Menurutnya, sampai saat ini masih banyak masyarakat Bantul yang belum mau untuk mengolah sampah dari rumah. “Contohnya adalah kebiasaan memilah sampah organik dengan sampah anorganik. Lalu mendaur ulang sampah yang bisa sudah terpilah tersebut untuk bisa dimanfaatkan kembali,” katanya.
Karena itu melalui Peringatan Hari Keragaman Hayati dan Lingkungan Hidup Sedunia ini, diharapkan menjadi momentum bersama semua pihak untuk mendukung program Bantul Bersama 2025. Serta menggugah kembali peran pemerintah daerah, kalurahan, swasta dan masyarakat untuk ikut menyukseskan program tersebut.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penanaman pohon penghijauan dan pelepasan burung endemik oleh para pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban gempa Venezuela capai 1.430 jiwa, lebih dari 300 gempa susulan terjadi, ribuan warga luka dan kehilangan tempat tinggal.
Gunung Semeru erupsi 4 kali, kolom abu capai 1.000 meter. Status siaga, warga diminta jauhi zona bahaya.
Bareskrim Polri gagalkan penyelundupan 325 kg sabu jaringan Thailand-Aceh, dua tersangka ditangkap, nilai barang Rp585 miliar.
Batu ginjal sering tanpa gejala. Simak penyebab, tanda, dan cara pencegahannya menurut dokter urologi.
Latsarmil KDMP telan 5 korban jiwa. Akademisi UGM minta evaluasi total karena dinilai tak relevan dengan tugas manajer koperasi.