Jadwal SIM Keliling Polda DIY 17 September 2026 Lengkap
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM A serta SIM C.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Jogja selama enam bulan terakhir mengalami penurunan dibandingkan pada kasus di bulan yang sama pada 2022 silam. Selain itu menurun, selama enam bulan terakhir juga dilaporkan nihil kematian.
Dinas Kesehatan Kota Jogja memperkirakan penurunan ini disebabkan karena program nyamuk ber-wolbachia yang sudah menyebar di seluruh Kota Jogja serta kesadaran masyarakat mulai meningkat seiring digulirkannya program jumantik di setiap rumah.
“Sampai dengan bulan Juni 2023 ini kasus DBD di Kota Jogja berada di angka 38 kasus, dan nihil kematian. Kami berharap ini bisa terus terkendali hingga akhir tahun,” katanya, Selasa (4/7/2023).
BACA JUGA : Hanya ada 36 Kasus DBD di Jogja, Wolbachia Jadi Andalan
Dari 38 kasus itu terdiri atas paling banyak pada Bulan Januari dengan 11 kasus, kemudian Februari 4 kasus, Maret 8 kasus, April 4 kasus, Mei 8 kasus dan Juni ada 1 kasus. Adapun dari sisi wilayah terkena kasus DBD, Kelurahan Karangwaru ada 2 kasus, Cokrodiningratan 3 kasus, Baciro 3 kasus, Demangan 2 kasus, Bausasran 2 kasus. Kemudian Gedongkiwo 3 kasus, Patehan 3 kasus, Keparakan 3 kasus, Pandeyan 2 kasus dan Prenggan ada 2 kasus.
Adapun kelurahan dengan satu kasus DBD antara lain Gowongan, Klitren, Baciro, Terban, Tegalpanggung, Pringgokusuman, Wirobrajan, Suryodiningratan, Panembahan, Purwokinanthi, Gunungketur, Sorosutan, Purbayan dan Rejowinangun.
Ia menambahkan angka kasus tersebut jauh menurun dibandingkan pada bulan yang sama di 2022 silam. Berdasarkan data kasus enam bulan pertama di 2022 berada di angka 105 kasus. Rinciannya Januari 41 kasus, Februari 13 kasus, Maret 12 kasus, April 9 kasus, Mei 22 kasus dan juni sebanyak 8 kasus.
Emma mengakui saat musim kemarau seperti April hingga Juni kasusnya cenderung menurun. Akan tetapi jika dibandingkan tahun lalu kasusnya masih tinggi saat musim kemarau, terbukti pada Mei 2022 berada di angka 22 kasus, sedangkan Mei 2023 hanya 8 kasus.
“Kalau musim kemarau karena panas memang trennya selalu menurun,” katanya.
Selain itu, penurunan diperkirakan karena program penyebaran nyamuk ber-wolbachia yang merupakan kerja sama dengan Pusat Kedokteran Tropis UGM. Penyebaran nyamuk jenis ini telah merata di Kota Jogja sehingga kasus DBD di Kota Jogja cenderung menurun.
“Program Wolbachia di Kota Jogja ini karena sudah berhasil kemudian digeser di daerah lain,” ujarnya.
Fakto penyebab lain, kata dia, program jumantik di setiap rumah yang digulirkan di Kota Jogja sehingga berpengaruh terhadap kesadaran masyarakat untuk memastikan tidak ada jentik di setiap rumah. “Jadi setiap rumah itu mengontrol sendiri jumantiknya kemudian dilaporkan sehingga kesadaran meningkat, setiap KK jadi lebih sering menguras tandon air dan memastikan rumahnya tidak ada jentik,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM A serta SIM C.
Rusia diduga memasok informasi intelijen kepada Iran lewat satelit mata-mata untuk membantu serangan presisi terhadap aset militer AS.
KPK mengungkap modus kasus HGB Summarecon yang menyeret pejabat ATR/BPN, pihak swasta, dan uang sitaan senilai Rp106,3 miliar.
KPK menggeledah sejumlah ruangan di Kementerian ATR/BPN terkait penyidikan dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk.
Bos Xiaomi Indonesia Michael Feng memastikan mobil listrik Xiaomi akan dibawa ke Indonesia, tetapi waktunya masih harus menunggu.
Pemimpin perusahaan AI menyerukan perlambatan pengembangan model frontier demi keamanan. AS menghadapi dilema antara mitigasi risiko dan persaingan dengan China