BPBD Sleman Latih 72 Relawan, Perkuat Sekolah Tangguh Bencana
BPBD Sleman melatih 72 relawan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi berbagai potensi bencana.
Kondisi TPA Banyuroto yang telah habis umur pemakaiannya./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo sepakat menampung sampah Kota Jogja bertonase 105 ton sepekan atau 15 ton per hari di TPA Banyuroto.
Kepala UPT Persampahan Air Limbah dan Pertamanan DPUPKP Kulonprogo, Budi Purwanta mengatakan sampah tersebut hanya akan ditampung di TPA Banyuroto selama tujuh hari kalender.
Selain itu setiap sampah yang masuk tetap dikenakan tarif sebesar Rp245.400 per 3-6 kubik atau truk sampah. “Tidak akan sampai September, sampah Kota Jogja yang masuk ke Kulonprogo,” katanya.
Dia menjelaskan kesepakatan antara Pemkab Kulonprogo dan Pemkot Jogja tersebut merupakan tindak lanjut atas penutupan TPA Piyungan sampai 5 September 2023. Kesepakatan tersebut dilakukan Pemkab Kulonprogo dna Pemkot sejak Jumat (21/7/2023). Hanya saja sampah Kota Jogja mulai masuk ke TPA Banyuroto sejak Selasa (25/7/2023).
“Pembahasan terakhir terkait bantuan tampungan sampah itu 25 Juli lalu. Kesepakatannya fix Kulonprogo menampung sampah hanya milik Kota Jogja. Sampah Kota Jogja masuk ke TPA Banyuroto sudah sejak Selasa [25 Juli]. Tonasenya 15 ton per hari,” kata Budi dihubungi, Kamis (27/7/2023).
Dia menjelaskan kendati umur TPA Banyuroto sudah habis tetapi masih ada lahan yang dapat dimaksimalkan untuk menampung sampah dari Kota Jogja. Katanya, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk empati kepada Pemerintah Kota Jogja. “Walaupun sampah yang masuk sedikit [15 ton per hari] tetapi dapat membantu Pemkot,” ucapnya.
BACA JUGA: Jatah Sampah Jogja yang Ditampung di Kulonprogo 15 Ton per Hari
Lebih jauh, Budi menjelaskan pembangunan landfill zona 2 telah dimulai. Kata dia, landfill zona 2 tidak berbeda jauh ukurannya dengan zona 1 sekitar 5.000 sampai 6.000 meter persegi. Pembangunan tersebut penting karena pasokan sampah di TPA Banyuroto mencapai rata-rata 32 ton per hari.
Sementara itu, Pj Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan kesepakatan tersebut merupakan bentuk empati Kabupaten Kulonprogo kepada Pemkot. “Karena memang kondisi darurat dan empati maka Kulonprogo mau menampung walau kondisi TPA Banyuroto juga sama kondisinya [dengan TPST Piyungan]. Akhir tahun 2022 sudah habis masa pemanfaatannya,” kata Made, Kamis (27/7/2023).
Menurut Made, landfill TPA Banyuroto tidak dapat mengatasi persoalan sampah secara menyeluruh. Pasalnya, ke depan dia menyarankan untuk menggunakan teknologi insinerator. Dengan begitu, pengelolaan sampah dapat dilakukan secara terintegrasi mulai dari pemilahan, pengolahan hingga pengelolaan limbahnya.
Melalui pengelolaan yang terintegrasi maka volume sampah dapat dikendalikan dan dampak negatif terhadap pencemaran lingkungan dapat diantisipasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman melatih 72 relawan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi berbagai potensi bencana.
Hyundai CRETA hadir di Jogja dengan varian Prime, Alpha, dan N Line. Cek fitur unggulan dan harga terbaru 2026.
Nadiem Makarim bantah niat korupsi dalam sidang Chromebook, ungkap kisah emosional saat membaca ulang chat timnya.
DPR dukung hibah motor listrik ke guru honorer, tapi ingatkan soal risiko hukum dan beban baru bagi penerima.
Ribuan buruh di Jatim terancam PHK akibat rencana relokasi pabrik otomotif ke Vietnam, negosiasi masih berlangsung.
Jajaran Polsek Semin mengimbau kepada pengendara terus berhati-hati saat berkendara. Hal ini tak lepas adanya kecelakaan maut di perbatasan dengan sukoharjo.