Usulan Empat Embung Tahun 2026 di Sleman Masih Terkendala Administrasi
Empat embung di Sleman senilai Rp32 miliar tertunda karena kendala administrasi pertanahan dan masih menunggu izin lahan.
Sensus Pertanian - Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo mengklaim Peraturan Bupati (Perbup) Kulonprogo tentang Tata Tanam Tahunan dapat menghindari dampak El Nino terhadap tanaman pertanian.
Plt Kepala DPP Kulonprogo, Trenggono Trimulyo, mengatakan bahwa puncak El Nino yang terjadi pada bulan Juli-Agustus 2023 tidak memberikan dampak negatif terhadap sektor pertanian di Kulonprogo. Menurutnya, kondisi persawahan padi irigasi teknis golongan II di Kulonprogo panen pada bulan Juli -- Agustus 2023 dan golongan I panen untuk tanaman palawija seperti jagung dan kedelai di Kulonprogo aman.
Panen yang bertepatan dengan puncak El Nino tersebut telah disiasati dengan aturan penanaman melalui Perbup 35/2022 tentang Tata Tanam Tahunan Periode 2022-2023.
BACA JUGA: Harga Beras, Telur hingga Daging Ayam Naik
"Panen bulan Juli sampai Agustus 2023 dan puncak El Nino juga di bulan Juli sampai Agustus 2023. Jadi sektor pertanian aman. Sampai dengan saat ini, tidak ada laporan tanaman puso [gagal panen] akibat kekeringan, laporan serangan hama penyakit dan penurunan kualitas tanaman juga tidak ada," katanya.
Padahal, kata dia, ketika datang El Nino maka akan terjadi kekeringan, gangguan musim tanam, banyaknya penyakit dan hama tanaman, penurunan kualitas tanaman dan ketidakstabilan harga produk pertanian. Oleh sebab itu, menurut Trenggono, Perbup tersebut sangat menguntungkan petani karena kondisi sawah telah selesai panen atau sedang menunggu untuk musim tanam (MT) I yang akan dilakukan serentak bulan September 2023.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Seksi Produksi Bidang Tanaman Pangan DPP Kulonprogo, Kirmi, mengatakan ada tiga kapanewon yaitu Samigaluh, Kalibawang, dan Nanggulan yang sawahnya termasuk dalam daerah irigasi kecil (DIK).
Oleh karena itu sawah tersebut tetap bisa ditanam padi seluas total 27 hektar pada bulan Agustus 2023. Sedangkan secara umum untuk daerah irigasi (DI) Kalibawang dan DI Sapon dapat ditanami padi seluas 2.798 hektar pada bulan September 2023.
BACA JUGA: Peneliti UGM Temukan 2 Titik Rawan Kecelakaan di Pantai Sepanjang Gunungkidul
"Panen padi pada bulan Juli dan Agustus seluas total 5.218 hektar atau berkisar 34.067 ton gabang kering panen [GKP] setara 21.374 ton beras," kata Kirmi.
Kirmi menambahkan harga rata-rata GKP di tingkat produsen berkisar Rp5.500 -- Rp5.700 dan gabang kering giling (GKG) Rp6.600 -- Rp7.000. Lalu untuk harga beras medium berada di angka Rp10.700 -- Rp11.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat embung di Sleman senilai Rp32 miliar tertunda karena kendala administrasi pertanahan dan masih menunggu izin lahan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Sabtu–Senin (13–15 Juni 2026) ini, mengangkat tema Nyawiji Dadi Siji, Panjaga Nusantara dan wajib diikuti oleh selur
Prahdiska Bagas Shujiwo menyingkirkan Lee Zii Jia, sementara Muhamad Yusuf melaju mulus ke babak 16 besar Macau Open 2026.
Dinkes Bantul menargetkan 460 ribu warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 melalui strategi jemput bola ke komunitas dan instansi.
Lionel Messi mencetak hattrick pertama di Piala Dunia saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 dan menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose.
Pemkot Jogja menaikkan kuota afirmasi SPMB SMP 2026 menjadi 25 persen untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa KSJPS dan disabilitas.