Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi warga mengantri mengambil dana Program Keluarga Harapan (PKH)./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Sosial (Dinsos) Sleman menggelar peringatan 15 tahun Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan ini juga jadi momen graduasi sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang keluar dari program PKH lantaran dinilai telah sejahtera.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang hadir dalam momen peringatan tersebut berharap PKH dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. KPM yang mendapatkan bantuan stimulus dari PKH kata Kustini kedepannya diharapkan dapat mandiri secara ekonomi dan semakin sejahtera. Muaranya, mereka bisa graduasi atau keluar dari penerima bantuan secara mandiri.
"Pagi ini ada enam orang yang lulus dari PKH. Ini ada yang usaha jualan Martabak, ternak ayam, laundry, jualan sayur, dan lainnya. Saya harap ini bisa menjadi inspirasi bagi penerima manfaat PKH lainnya untuk lebih gigih lagi agar bisa mandiri secara ekonomi," terang Kustini di kompleks Candi Banyunibo, Prambanan, Minggu (24/9/2023).
BACA JUGA: 10.200 Penerima Bansos di Gunungkidul Dibekukan Pusat
Selain kelulusan enam KPM yang keluar dari daftar PKH, berbagai kegiatan diadakan pada peringatan 15 tahun PKH. Beberapa di antaranya yakni agenda senam bersama, bazar UMKM, hingga pembagian 200 bibit pohon.
Panewu Prambanan, Siti Wahyu Purwaningsih menceritakan program PKH mulai masuk di Kapanewon Prambanan sejak 2008. Kala itu jumlah penerima manfaat sejumlah 364 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Namun kini bahwa jumlah penerima manfaat meningkat. Hingga pada September 2023 ini ada sejumlah 2941 KPM di Kapanewon Prambanan. "Adapun jumlah KPM yang dianggap sudah meningkat ekonominya dan dianggap mampu ada sebanyak 155 KPM," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.