Advertisement
2024 Menjadi Momentum Penting Pengarusutamaan Isu Pengelolaan Sampah
Puncak HPSN Kota Jogja, di Embung Langensari, Rabu (21/2/2024) - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Akhir April 2024 Pemda DIY akan menutup TPA Piyungan dan menginstruksikan seluruh wilayah mengelola sampahnya masing-masing. Maka tahun ini menjadi momentum penting dalam pengarusutamaan pengelolaan sampah di Kota Jogja.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Sugeng Darmanto, menjelaskan resolusi mengakhiri polusi plastik pada dasarnya telah dilakukan oleh Pemkot Jogja melalui gerakan Zero Sampah Anorganik sejak tahun 2023. Tujuan dari gerakan ini adalah mengelola sampah mulai dari sumbernya, yaitu masing-masing rumah tangga, kemudian berkolaborasi dengan bank sampah.
Advertisement
“Namun pada perjalanannya, gerakan ini masih membutuhkan banyak dukungan dari seluruh pihak. Sebagaimana kita lihat, masih cukup banyak sampah yang belum terkelola dengan baik dari masing-masing rumah tangga,” ujarnya saat membacakan sambutan dari Sekda Kota Jogja, Aman Yuriadijaya, dalam puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, di Embung Langensari, Rabu (21/2/2024).
Dalam peringatan HPSN kali ini, Pemkot Jogja mengangkat tema Organikkan Jogja, Olah Sampah Seko Omah. Berangkat dari tema tersebut, diharapkan warga Kota Jogja dapat terus konsisten mengolah sampah organik dari rumah, dengan memanfaatkan biopori, losida dan lain sebagainya.
Baca Juga
Kabar Baik, Sampah APK di Sleman Bakal Diolah Jadi Bahan Baku Bahan Bakar
Belum Ada Tindakan, Sampah APK Menggunung di Gudang Satpol PP Gunungkidul
Pemda DIY Tak Kabulkan Permintaan Pemkot Jogja soal Penambahan Kuota Buang Sampah di Piyungan
Dari sisi teknis, keharusan pengelolaan sampah ini juga dipicu oleh kondisi TPA Piyungan yang over capacity dan akan ditutup pada akhir April 2024 mendatang. “Tentunya menjadi hal yang menyadarkan kita bahwa tata kelola sampah dengan konsisten merupakan hal yang mendesak dan harus menjadi pembiasaan bagi seluruh pihak,” ungkapnya.
Di samping itu, Pemkot Jogja mengapresiasi seluruh penggiat lingkungan, forum bank sampah, penggerobak atau transporter, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah melakukan pengelolaan sampah hingga hari ini. “Tanpa adanya bantuan penuh dari Ibu dan Bapak sekalian, perjuangan kita dalam mengelola sampah dari sumbernya tentu akan sia-sia,” kata dia.
Rangkaian HPSN 2024 di Kota Jogja dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan, mulai dari sarasehan Forum Bank Sampah Kota Jogja bersama dengan Forum Bank sampah Kemantren dan Forum Bank Sampah Kelurahan se-Kota Jogja, kemudian lomba-lomba dengan peserta siswa-siswi SD dan SMP.
Berikutnya bersih-bersih Embung Langensari pada Senin (19/2/2024) oleh petugas Kebersihan Bidang Penanganan Persampahan dan Ulu-ulu Sungai Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja di sekitar embung dan sepanjang Sungai sekitar embung.
Puncaknya digelar penanaman pohon, pengumuman pemenang lomba-lomba HPSN, pencanangan Organikkan Jogja, Olah Sampah Seko Omah serta pameran hasil karya peserta lomba dan produk daur ulang dari bank sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Lonjakan Wisata Lebaran di Jateng Tembus Jutaan, Wonosobo Ikut Naik
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- WFH ASN Bantul Dibatasi, Tidak Semua OPD Bisa Terapkan
- Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Kulonprogo lewat UKK
- Ambil Gamelan, Dukuh Seloharjo Bantul Dipecat, Kini Gugat ke PTUN
Advertisement
Advertisement





