Advertisement
Disbud Kota Jogja Gelar Pawiyatan Aksara, Jadi Upaya Pelestarian Budaya

Advertisement
Harianjogja.com, KRATON—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja menginisiasi gelaran Pawiyatan Aksara yang mulai diluncurkan di Pendopo Suryo Puri, Selasa malam (20/2/2024). Kegiatan ini merupakan upaya Disbud Kota Jogja untuk melestarikan aksara Jawa di tengah gempuran masuknya budaya-budaya luar negeri.
Plt Kabid Sejarah Permuseuman Bahasa dan Sastra Disbud Kota Jogja Susilo Munandar menjelaskan gelaran ini menyasar semua kalangan. Mulai dari anak, remaja, hingga dewasa. Pawiyatan dilakukan balai RT atau RW, rumah warga, pendopo, masjid, atau tempat lainnya tergantung ketersediaan tempat di masing-masing kampung. "Setiap kampung akan ada satu rombongan belajar yang terdiri dari 25 orang sampai 30 orang," ujar Susilo.
Advertisement
Dia menambahkan Pawiyatan Aksara ini menjangkau 169 kampung di Kota Jogja. Masing-masing akan melakukan pawiyatan sebanyak dua kali pertemuan. Susilo menyebut pihaknya menerapkan metode yang berbeda bagi anak, remaja dan dewasa. Anak-anak diajak untuk mengenal aksara Jawa melalui cara-cara yang menyenangkan. Misalnya, dengan menyisipkan permainan dan kegiatan mewarnai. "Sedangkan untuk usia remaja atau dewasa membaca aksara Jawa secara manual dan digital melalui ponsel atau laptop," imbuhnya.
Kepala Disbud Kota Jogja Yetti Martanti menuturkan Pawiyatan Aksara akan digelar serentak di 30 kampung mulai 20 Februari hingga 5 Maret 2024. Yetti mengatakan kegiatan ini adalah cara untuk mewariskan tradisi tulis menulis menggynakan aksara Jawa dari generasi ke generasi. "Agar pengetahuan tentang aksara Jawa tidak hilang begitu saja," katanya.
Baca Juga
Sekolah Diminta Ikut Melestarikan Aksara Jawa
Mahasiswa Jogja Didorong Miliki Wawasan Aksara Jawa
BPO Disdikpora DIY Gelar Pelatihan Bahasa dan Aksara Jawa, Diikuti 50 Pemuda
Dia menambahkan aksara Jawa menjadi salah satu identitas budaya warga Jogja sehingga, aksara Jawa tak sekadar dipandang sebagai sebuah sistem penulisan. Untuk itu, kegiatan ini penting dilakukan untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budaya aksara Jawa. Yetti berharap eksistensi aksara Jawa bisa terus lestari.
"Masyarakat juga tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memperkaya kehidupan budaya dan intelektual mereka sendiri. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memastikan bahwa aksara Jawa tetap hidup dan relevan dalam konteks modern, utamanya di wilayah Kota Jogja," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Masih Pemulihan, Paus Fransiskus Mendadak Muncul di Hadapan Umat di Kota Vatikan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Puncak Kunjungan Libur Lebaran, 18.618 Wisatawan Berpelesir ke Bantul
- Kopi Klotok Sleman Masih Jadi Primadona Penikmat Kuliner
- KAI Sudah Mengangkut 19 Juta Pemudik Lebaran 2025
- Jadwal Kereta Bandara Hari Ini Minggu 6 April 2025, Berangkat dari Stasiun Tugu dan YIA
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini Minggu 6 April 2025: Stasiun Tugu, Lempuyangan, Maguwo, Ceper, Srowot, Delanggu hingga Palur
Advertisement
Advertisement