Prakiraan Cuaca Selasa 6 Oktober Belum Hujan, Suhu Bisa Capai 35 Derajat
Prakiraan cuaca DIY Selasa 6 Oktober 2026 menunjukkan potensi udara kabur di Sleman dan suhu maksimum 35°C di Kota Jogja.
Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja/Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA—Kota Jogja perlu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dengan harapan angka lama kunjungan ikut meningkat. Sejumlah destinasi yang menarik ditawarkan antara lain rangkaian sepanjang Sumbu Filosofi, kawasan destinasi Kotabaru dan kawasan budaya Kotagede.
Wakil Sekretaris Wahyu Wikan Trispatiwi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mengingatkan pentingnya memberikan perhatian terhadap wisman. Oleh karena itu pemerintah, khusus Kota Jogja perlu mendorong peningkatan promosi wisata dengan menyasar wisman atau luar negeri.
"Sebenarnya promosi itu sudah dilakukan tetapi di kota-kota besar, artinya sasaran wisatawan lokal, untuk luar negeri seperti negara Asean promosinya perlu ditingkatkan lagi," katanya, Senin (25/3/2024).
Ia mencontohkan gelaran Malaysia International Trade & Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur, Malaysia dalam rangka Pameran Asosiasi Agen Tur dan Perjalanan Malaysia (MATTA Fair) 2024 yang memiliki potensi sebagai ajang promosi wisata di luar negeri khususnya negara ASEAN. Akan tetapi Kota Jogja belum mengikuti kegiatan tersebut.
"Kebetulan perwakilan PHRI hadir di MATTA Fair 2024 ini, kami bisa melakukan survei dan informasi terkait kondisi pariwisata di negara ASEAN untuk kemudian dibagikan kepada Pemda DIY maupun Pemkot Jogja," ujarnya.
Ia mengatakan Thailand yang berhasil menggabungkan hiburan dengan wisata religi sebagai daya tarik tersendiri bagi wistawan mancanegara. Jogja menurutnya memiliki potensi besar dengan berbasis budaya, di antaranya menggabungkan antara Boroburu dengan tiga destinasi Kota Jogja yaitu Sumbu Filosofi, Kawasan Kotabaru dan kawasan Kotagede. Ketiga destinasi ini memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara.
"Sumbu Filosofi, kawasan Kotagede dan Kotabaru ini punya potensi menjadi daya tarik wisman, sehingga harus dipromosikan ke luar negeri," katanya.
Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja R Krisma Eka Putra mendorong agar Kota Jogja meningkatkan promosi di luar negeri untuk menyasar wisatawan asing agar kunjungan semakin banyak ke Jogja. Khususnya Sumbu Filosofi yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Ia sepakat sebaiknya Dinas Pariwisata lebih aktif terlibat event internasional sehingga terjalin koneksi yang muaranya dapat meningkatkan jumlah dan lama kunjungan wisman.
"Kami selalu mendorong agar promosi bisa ditingkatkan setiap tahun terutama terlibat eventi pariwisa di level internasional. Harapannya jumlah wisman bisa meningkat dan lama kunjungan juga meningkat," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Wahyu Hendratmoko memastikan promosi wisata untuk menyasar wisman hakekatnya sudah terus dilakukan, meski demikian tidak melalui event internasional seperti Matta Fair seperti di Malaysia. Saat ini jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Jogja mencapai 3,2 juta orang adapun target wisman mencapai 70 ribu orang.
"Kami mencoba melakukan promosi wisata dengan melalui channel yang lain. Akhir Februari [2024] wisman sudah tercapai 50 persen. Kami menjalin kerja sama dengan luar negeri untuk mempromosikan potensi pariwisata Jogja mulai dari TPO [tourism promotion organization]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Selasa 6 Oktober 2026 menunjukkan potensi udara kabur di Sleman dan suhu maksimum 35°C di Kota Jogja.
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.
BPK menyoroti ketidakjelasan status kelembagaan SKK Migas yang dinilai berdampak pada tata kelola dan ketahanan energi nasional.
DPRD Kulonprogo meminta jaringan SPAM diperluas di kawasan Menoreh karena masih ada warga yang belum terjangkau air bersih.
Pengusaha logistik menyoroti fleksibilitas outsourcing dan PKWT dalam UU Ketenagakerjaan agar sesuai karakter industri yang dinamis.
BK DPRD Bantul menyatakan belum ada laporan pelanggaran berat anggota dewan sepanjang 2024-2026. Pelanggaran masih sebatas administrasi.