PAW Lurah Sleman Tunggu Perbup, Ini Daftar 5 Kalurahan dan Alasannya
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul menyampaikan bahwa okupansi hotel selama libur panjang Idulfitri 2024 mencapai 90%. Okupansi atau tingkat hunian kamar adalah suatu keadaan sampai sejauh mana jumlah kamar-kamar terjual, jika diperbandingkan dengan seluruh jumlah kamar yang mampu untuk dijual.
Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyoto mengaku apabila membandingkan dengan hari biasa, okupansi tersebut melonjak meski tidak sampai 100%. Adapun total anggota PHRI di Gunungkidul mencapai sekitar 100 hotel dan restoran per Desember 2023.
Sunyoto menjelaskan mayoritas wisatawan melakukan reservasi beberapa hari sebelum waktu kedatangan daripada on the spot. Sebab itu, okupansi mulai naik sejak H-3 sampai H+3 Lebaran. Menurut dia wisatawan luar daerah banyak berkunjung selain dalam daerah.
Okupansi ketika hari besar keagamaan di Gunungkidul memang besar. Pada libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, okupansi juga berada di kisaran 80%-95%.
Baca Juga
Libur Lebaran, Okupansi Hotel DIY Rata-rata Mencapai 80 Persen
Momen Natal Okupansi Hotel DIY Hampir 100 Persen
Meski Okupansi Hotel di Bantul Meningkat, Lama Inap Wisatawan Masih Rendah
Data Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menunjukkan ada sebanyak 176.631 wisatawan melancong ke Bumi Handayani mulai dari tanggal (10-15/4/2024). Apabila melihat data per TPR, wisatawan banyak berkunjung ke kawasan pantai; rinciannya, Pos Baron total 8.914 orang, Pos JJLS dengan 8.705 orang, dan Pos Watugupit Giricahyo 8.590 orang.
Sebelumnya, Public Relation Hotel Santika Gunungkidul, W. Mayarani, mengatakan tingkat okupansi sepekan sebelum Lebaran untuk tahun ini rata-rata berada di persentase 22%. “Okupansi naik drastis di dua hari sebelum Lebaran sampai dengan lima hari setelah Lebaran,” kata Mayarani.
Meski demikian, Mayarani tidak menampik ada penurunan okupansi sekitar 3% jika membandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Adapun tamu Hotel Santika pada periode Lebaran kali ini memiliki rata-rata tinggal sekitar 1-2 hari. Lalu, asal tamu di Hotel Santika periode Lebaran 2024 didominasi dari DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Di lain pihak, Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo mengaku rata-rata okupansi hotel di DIY menyentuh angka 80% dengan okupansi tertinggi berada di Kabupaten Sleman dan Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.
DPRD Jogja soroti klitih yang berulang. Pemkot diminta kaji akar masalah remaja, tak hanya penindakan hukum.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.
Sedikitnya tiga posko anti kejahatan jalanan di Kapanewon Bambanglipuro dibentuk sebagai upaya menekan aksi kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan atau kliti
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.749 per dolar AS. Simak penyebab, sentimen global, dan proyeksi pergerakan kurs terbaru.
Harga emas 26 Mei 2026: UBS dan Galeri24 naik, Antam turun ke Rp2,798 juta per gram. Simak daftar lengkapnya di sini.