Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul menyampaikan bahwa okupansi hotel selama libur panjang Idulfitri 2024 mencapai 90%. Okupansi atau tingkat hunian kamar adalah suatu keadaan sampai sejauh mana jumlah kamar-kamar terjual, jika diperbandingkan dengan seluruh jumlah kamar yang mampu untuk dijual.
Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyoto mengaku apabila membandingkan dengan hari biasa, okupansi tersebut melonjak meski tidak sampai 100%. Adapun total anggota PHRI di Gunungkidul mencapai sekitar 100 hotel dan restoran per Desember 2023.
Sunyoto menjelaskan mayoritas wisatawan melakukan reservasi beberapa hari sebelum waktu kedatangan daripada on the spot. Sebab itu, okupansi mulai naik sejak H-3 sampai H+3 Lebaran. Menurut dia wisatawan luar daerah banyak berkunjung selain dalam daerah.
Okupansi ketika hari besar keagamaan di Gunungkidul memang besar. Pada libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, okupansi juga berada di kisaran 80%-95%.
Baca Juga
Libur Lebaran, Okupansi Hotel DIY Rata-rata Mencapai 80 Persen
Momen Natal Okupansi Hotel DIY Hampir 100 Persen
Meski Okupansi Hotel di Bantul Meningkat, Lama Inap Wisatawan Masih Rendah
Data Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menunjukkan ada sebanyak 176.631 wisatawan melancong ke Bumi Handayani mulai dari tanggal (10-15/4/2024). Apabila melihat data per TPR, wisatawan banyak berkunjung ke kawasan pantai; rinciannya, Pos Baron total 8.914 orang, Pos JJLS dengan 8.705 orang, dan Pos Watugupit Giricahyo 8.590 orang.
Sebelumnya, Public Relation Hotel Santika Gunungkidul, W. Mayarani, mengatakan tingkat okupansi sepekan sebelum Lebaran untuk tahun ini rata-rata berada di persentase 22%. “Okupansi naik drastis di dua hari sebelum Lebaran sampai dengan lima hari setelah Lebaran,” kata Mayarani.
Meski demikian, Mayarani tidak menampik ada penurunan okupansi sekitar 3% jika membandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Adapun tamu Hotel Santika pada periode Lebaran kali ini memiliki rata-rata tinggal sekitar 1-2 hari. Lalu, asal tamu di Hotel Santika periode Lebaran 2024 didominasi dari DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Di lain pihak, Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo mengaku rata-rata okupansi hotel di DIY menyentuh angka 80% dengan okupansi tertinggi berada di Kabupaten Sleman dan Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.