Laba Anjlok 90 Persen, Subaru Hentikan Proyek EV Internal
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Tumpukan sampah di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. – Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul masih terus mencari lahan untuk digunakan sebagai lokasi Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS).
Hal ini menyusul penuhnya TPSS Gandingsari pada akhir bulan Mei 2024 dan tidak adanya lahan di Srimartani, Piyungan-tempat rencana awal pembangunan TPSS.
"Kami masih terus mencari lokasi yang pas untuk TPSS. Karena kan TPSS Gadingsari yang saat ini ada akan penuh pada 31 Mei 2024," kata Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho, Selasa (14/4/2024).
BACA JUGA: Sudah Ada 5 Pembuang Sampah Liar Bantul Disidang, Kesulitan Cari Tempat Buang Jadi Alasan
Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, sejak digunakan pada 1 Mei 2024, TPSS Gadingsari setiap harinya menerima sampah sebanyak 25 sampai 30 truk. Dengan perhitungan lahan yang ada, yakni seluas3.600 meter persegi dan kapasitas 9.700 meter kubik tersebut, maka lahan yang berada di padukuhan Wonoroto itu akan penuh dalam waktu sebulan.
"Untuk itu, kami sedang cari lahan lainnya untuk dijadikan TPSS. Karena tiga TPST yang saat ini ada sedang dalam tahap pembangunan dan belum bisa digunakan," lanjut Bambang.
Sementara Lurah Srimartani, Piyungan, Mulyana menyatakan jika pihaknya beberapa waktu lalu telah diminta oleh Pemkab Bantul untuk mencari lahan sebagai lokasi TPSS. Namun dalam perkembangannya, tidak ada lahan yang sesuai dan cocok untuk digunakan sebagai TPSS.
"Kami sudah diminta. Sudah kami cek beberapa lokasi sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Alhasil, tidak ada yang pas. Kami juga sudah laporkan ke DLH terkait dengan tidak adanya lahan untuk TPSS," katanya.
Menurut Mulyana, spesifikasi lahan yang dibutuhkan oleh DLH untuk dijadikan lokasi TPSS adalah jauh dari pemukiman, berupa cekungan dan akses jalan yang mudah dilewati truk. Hanya saja, lahan yang ada, tidak ada yang pas dengan spesifikasi tersebut.
BACA JUGA: DLH Bantul Minta Lahan Penampungan Sampah Ilegal di Bantul Urus Izin
"Ada lokasinya berupa jurang-jurang, tapi aksesnya sulit. Sebenarnya jika kami sudah menemukan lokasi dan siap, bulan kemarin sudah mulai dibangun TPSS-nya," jelas Mulyana.
Menanggapi hal tersebut, Bambang mengakui jika dirinya telah mendapatkan laporan dari pihak Pemkal Srimartani. Di kalurahan tersebut tidak ada lahan yang pas untuk pembangunan TPSS.
"Aksesnya sulit. Untuk itu, kami masih cari lahan di tempat lainnya," papar Bambang.
Menurut Bambang, konsep TPSS yang akan dibangun nantinya akan sama dengan TPSS Gadingsari. Sampah yang sebelumnya telah dipilah akan langsung dimasukkan ke dalam jugangan yang sebelumnya dilapisi geomembran. Selain itu, sampah yang dibuang nantinya juga akan disemprot dengan ecolindi untuk mencegah bau dan lalat kemudian ditutup dengan geomembran untuk mencegah air hujan membasahi sampah.
"Setelah itu akan kami tutup lagi. Agar tidak menimbulkan bau. Tapi, untuk lokasi TPSS yang baru ini masih kami cari. Kami harus berpacu dengan waktu, karena TPSS Gadingsari akhir bulan ini sudah penuh," ucap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.