Dua Hari, Dua Kambing Warga Saptosari Mati Digigit Hewan Liar
Dua kambing warga Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul, mati dengan luka bekas gigitan hewan liar dalam dua hari berturut-turut.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Rencana pengoptimalan sumber sungai bawah tanah Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong hanya menjadi salah satu program untuk pemenuhan air bersih di masyarakat.
Pasalnya, selain Seropan, dua titik sungai bawah tanah kini juga tengah dioptimalkan sebagai sumber air bersih bagi masayarakat, yakni Baron dan Ngobaran.
BACA JUGA: Ada JJLS, 2 Pos Retribusi Menuju Pantai di Gunungkidul Dipindah
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto mengatakan berdasarkan kajian yang ada, pasokan air bersih di Gunungkidul bisa dicukupi melalui salah satu sungai bawah tanah. Hal ini dikarenakan potensi sumbernya memproduksi air di atas 1.000 liter per detik.
Meski demikian, sambung dia, pemanfaatan tidak bisa dilakukan dengan mudah karena kondisi geografis yang didominasi wilayah perbukitan. Oleh karena itu, sudah ada kajian guna pemenuhan air bersih bagi masyarakat. “Jadi tidak bisa melalui satu sumber, meski potensinya besar,” kata Toto, Minggu (12/6/2022).
Toto mengungkapkan, ada tiga Instalasi Kota Kecamatan (IKK) yang disediakan. Ketiganya meliputi pemanfaatan sungai bawah tanah Seropan, Baron dan Ngobaran.
Menurut dia, IKK Seropan untuk memenuhi pasokan air bagi warga Gunungkidul di sisi timur dan utara. IKK Baron untuk layanan warga du Gunungkidul tengah serta IKK Baron diperuntukan bagi warga di sisi barat dan selatan. “Jadi sudah kami petakan dan pelaksnaaan dibangun secara bertahap karena anggaran yang dibutuhkan juga besar,” katanya.
Toto mencontohkan, untuk IKK Seropan sudah memasuki persiapan. Rencananya, kapasitas produksi akan ditambah sebanyak 200 liter per detik sehingga total mencapai 380 liter per detik.
“Tidak hanya kapasitas yang ditambah juga ada instalasi pengolahan sehingga saat hujan tidak ada lagi keluhan karena air keruh,” ucap dia.
BACA JUGA: Selingkuh Sampai Punya Anak, 2 PNS di Gunungkidul Terancam Dipecat
Menurut Toto, pengoptimalan IKK Seropan dilaksanakan dengan mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat karena Pemkab tidak mampu membiayai sendiri.
Hasil dari kajian, untuk menyelesaikan peningkatan kapasitas produksi bersama instalasi jaringan membutuhkan biaya mencapai ratusan miliar rupiah.
Toto mengungkapkan pembangunan dibagi menjadi dua tahap. Rencananya tahap pertama dilaksanakan mulai tahun dengan anggaran sekitar Rp52 miliar untuk produksi 100 liter per detik.
Adapun sisanya dilaksanakan tahap kedua untuk menyelesaikan sisa 100 liter per detik serta insltasi jaringan dengan biaya total Rp132 miliar. “Mudah-mudahan program IPA di IKK Seropan sudah mulai dikerjakan di tahun depan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik rencana optimalisasi sungai bawah tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih di masyarakat. ia mengaku sudah meninjau untuk pematangan lahan yang dipergunakan lokasi pembuatan IPA di Seropan. “Semoga bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.
Menurut dia, dengan peningkatan kapasitas produksi ini maka sumber Seropan bisa memenuhi kebutuhan air bagi 16.857 sambungan rumah tangga. “Fokusnya ke timur seperti Ponjong, Semin, Rongkop dan lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua kambing warga Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul, mati dengan luka bekas gigitan hewan liar dalam dua hari berturut-turut.
Cek jadwal perpanjangan SIM di Sleman pada 26 Oktober 2026, termasuk layanan MPP, Satpas, SIM Keliling, SIMMADE, dan persyaratannya.
Campus League Billiard Regional Yogyakarta 2026 melahirkan tiga kampiun, termasuk Risky Indrawan dan Okta Ayu yang memborong gelar juara.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo pada 26 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan dan dokumen persyaratan.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo 26 Oktober 2026, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Kereta pertama pukul 05.05 WIB, tarif Rp8.000.
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.