Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat mengawali proses pembangunan gedung DPRD. Selasa (11/10/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Sunaryanta melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung DPRD, Selasa (11/10/2022). Total anggaran untuk membangun gedung tersebut adalah sebesar Rp33,2 miliar.
Seharusnya pembangunan ini dilaksanakan selama 16 bulan. Namun lantaran adanya kegagalan lelang pertama, makanya ada kemoloran sehingga pelaksanaan tinggal menyisakan waktu 14 bulan.
Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nanang Irawanto mengatakan proses pembangunan ada kemoloran selama dua bulan. Hal ini tak lepas adanya kegagalan lelang sehingga harus dilakukan tender ulang guna mencari rekanan yang mengerjakan.
Selain itu, sebelum lelang juga ada proses review dari Inspektorat Daerah sehingga membutuhkan waktu. “Tentu ada pengaruhnya. Tapi, kami tetap optimistis bisa selesai tepat waktu,” kata Nanang, Selasa.
BACA JUGA: Cupu Panjala di Gunungkidul Dibuka, Ada 49 Gambar yang Muncul
Menurut dia, dampak dari kemoloran sudah dikoordinasikan dengan rekanan. Rencananya pengerjaan di tahun kedua akan lebih banyak untuk menyelesaikan secara menyeluruh. “Memang pengerjaan di 2023 akan lebih padat,” katanya.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan pembangunan gedung DPRD dilaksanakan dengan sistem tahun jamak. Ditargetkan pembangunan selesai di November 2023 mendatang. “Nilai kontrak dengan pelaksana PT Pradipta Bhumi Kontruksi senilai Rp33.298.306.000,” katanya.
Irawan menjelaskan, gedung wakil rakyat ini terdiri dari empat lantai. Total lahan yang dibutuhkan seluas 5.775 meter persegi. Sedangkan untuk bagnunan Joglo luas 303 meter persegi dan halaman seluas 2.808 meter persegi. “Harapannya bisa selesai sesuai dengan target,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan dilihat dari desain gedung menelan anggaran yang cukup fantastis untuk sekelas pengangaran daerah. Meski demikian, pemkab berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunannya. “Gedung ini akan menjadi representatif, bentuk kebesaran masyarakat, legislatif dan eksekutif,” kata Bupati.
Bupati berharap komunikasi yang terbangun selama ini dapat terus dijaga. Kerja sama yang baik ini akan memotivasi masyarakat serta menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kinerja. “Tentunya akan ada dampak positif. Salah satunya memberikan pembelajaran terbaik serta menjadi kebanggaan bersama,” kata Sunaryanta.
Adanya proses gedung baru, sejak Maret 2022, anggota DPRD menggunakan kantor darurat di area Bangsal Sewokoprojo. Rencananya kantor sementara ini berlangsung hingga bangunan baru bisa ditempati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.