10 Bulan, Kasus Diare di Jogja Tembus 15.086, Ngampilan Paling Padat
Kasus diare di Jogja mencapai 15.086 hingga 10 Oktober 2026. Dinkes memperkuat pemantauan, sanitasi, dan edukasi pencegahan.
Ilustrasi Padat Karya./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo sedang melakukan penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB) program padat karya yang bersumber dari APBD sebelum pelaksanaan pada Juli atau Agustus 2023.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo, Nur Wahyudi mengatakan bahwa RAB tersebut perlu disesuaikan lagi dengan anggaran yang tercantum dalam APBD. “Kalau yang Padat Karya BKK proses desain gambar dan penyesuaian RAB, untuk yang APBD itu belum. Untuk APBD kabupaten itu nanti anggaran ditranfer ke LPM Kalurahan, sedangkan yang BKK itu yang membelanjakan dinas,” kata Wahyudi, Kamis (23/3/2023).
Wahyudi menambahkan bahwa jawatannya baru selesai menggelar sosialisasi tahap pertama untuk program padat karya yang berasal dari APBD dan BKK. Dia mengatakan ada 25 paket dari APBD dengan nilai pengerjaan per paket mencapai Rp100 juta. Selain itu, program padat karya akan dilakukan dengan BKK Dana Keistimewaan dengan jumlah 57 paket.
“Dari BKK itu ada 57 lokasi atau paket. Dari jumlah itu sebanyak sembilan lokasi dilakukan pengerjaannya pada triwulan empat. Sisanya dilakukan pada triwulan ketiga. Nah, APBD kabupaten pelaksanaanya pada triwulan ketiga juga. Semuanya tersebar di 25 kalurahan,” katanya.
BACA JUGA: Proyek Padat Karya Percepat Pemulihan Ekonomi di Bantul
Apabila sosialisasi pertama dilakukan hanya sekadar pemberitahuan, maka ke depan disnakertrans masih akan melakukan sosialisasi yang mengarah pada teknis pelaksanaan program padat karya di masing-masing kalurahan. Wahyudi menegaskan bahwa pada bulan Juli atau Agustus, proses pengerjaan fisik program padat karya dapat dimulai.
“Prinsip yang harus diketahui menganai pembagian dana terkait program padat karya dalam rangka membuka lapangan kerja bagi pengganggur, setengah penganggur, dan warga miskin, maka ini nanti porsi penganggarannya antara HOK [hari orang kerja] dengan pendukung minimal 50%, sedangkan material maksimal 50%,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus diare di Jogja mencapai 15.086 hingga 10 Oktober 2026. Dinkes memperkuat pemantauan, sanitasi, dan edukasi pencegahan.
BI memperbesar diskon hedging hingga 45% untuk menarik modal asing. Ekonom mengingatkan risiko ketergantungan pada arus modal jangka pendek.
Mbah Wariyana di Bantul berjualan jajanan dengan penghasilan Rp35.000 sehari demi memenuhi kebutuhan hidup dan merawat cucunya yang disabilitas.
Soundrenaline Sana Sini digelar di Ambarrukmo District, Jogja, 31 Oktober 2026, menghadirkan The SIGIT, Efek Rumah Kaca, HIVI!, dan lainnya.
Rupiah melemah 0,17% ke Rp18.022 per dolar AS setelah BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%
ESDM mengamankan penimbunan 400.000 liter solar subsidi di Semarang yang diduga akan dijual ke sektor industri, perkebunan, dan pertambangan.