Gedung Perpusda Baru Sleman Ditunda, RSUD Jadi Prioritas 2027
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
Panel Surya - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kementerian Pertanian RI telah memberikan fasilitasi panel surya di dua kapanewon di Kulonprogo yaitu Sentolo dan Panjatan. Di Sentolo, Kalurahan Srikayangan menjadi wilayah yang mendapat fasilitasi tersebut.
Plt Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Trenggono Trimulyo, mengatakan panel surya di Srikayangan dikelola da dimanfaatkan oleh lima petani dari Kelompok Tani (KT) Karya Makmur. Panel surya tersebut digunakan untuk membantu proses penyiraman tanaman hortikultura utamanya bawang merah dan cabai.
"Proyek PLTS di KT Karya Makmur digunakan pada luasan lahan 6.000 meter persegi yang merupakan tanah kas desa. Listrik yang ada, baik dari PLN maupun panel surya, memudahkan petani dalam penyiraman bawang merah dan mengurangi biaya operasional yang sebelumnya menggunakan diesel berbahan bakar minyak," kata Trenggono dihubungi, Rabu (27/9/2023).
BACA JUGA : Ratusan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan di DIY Hasilkan 10 Mega Watt
Trenggono menambahkan modal awal PLTS tersebut cukup besar termasuk pemasangan panel surya yang cukup tinggi. Kata dia, titik impas atau break even point dapat dicapai setelah pemakaian 5 - 6 tahun. Sementara umur ekonomi panel surya mencapai sekitar 20 - 25 tahun.
Dia menjelaskan kendala yang dihadapi petani selama penggunaan panel surya. Salah satu kendala yang terjadi yaitu energi yang dihasilkan panel surya tidak dapat dimanfaatkan optimal ketika siang hari. Pasalnya, produksi puncak panel surya terjadi pada pukul 09.00 – 14.00 WIB dengan indeks produksi matahari rata-rata 3,5 – 4 jam per hari.
"Petani biasanya melakukan penyiraman saat pagi dan sore atau malam hari saat sinar matahari belum maksimal sehingga hanya memanfaatkan energi yang tersimpan di baterai," katanya.
Karakteristik tanah di wilayah Srikayangan tidak dapat meresap ketika disiram saat siang hari sehingga penggunaan panel surya tidak dapat maksimal. Padahal pengisian energi paling besar dari panel surya terjadi saat siang hari.
"Petani menyiasati hal tersebut dengan membuat bak tampung sehingga pengisian bak tampung dapat dilakukan siang hari pada saat produksi puncak panel surya terjadi," ucapnya.
Trenggono mengatakan pola tanam di sebagian besar lahan di Srikayangan mengacu pada pola tanam padi-padi-palawija yang bergantung pada ketersediaan air di setiap wilayah. Sebab adanya pola tanam dan ketersediaan air tersebut, menurut dia penggunaan irigasi tetes tidak dapat diterapkan.
"Kendala yang dihadapi yaitu air di Srikayangan memiliki kadar kapur yang sangat tinggi sehingga saluran air cepat tersumbat sehingga penggunaan irigasi tetes dan irigasi kabut tidak bertahan lama," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
Pemkab Bantul menargetkan 27.500 dosis vaksin PMK tuntas pada 2026 untuk menekan penyebaran penyakit pada ternak di seluruh kapanewon.
SMPN 1 Turi menyediakan loker HP di setiap kelas. Kebijakan ini membuat siswa lebih fokus belajar dan aktif bersosialisasi saat istirahat.
Mendikti Saintek Brian Yuliarto menegaskan pembentukan Universitas Republik Indonesia tidak mengubah fungsi Kemendikti Saintek.
Pemerintah menegaskan tidak ada rencana melarang seluruh vape. Kajian hanya difokuskan pada penyalahgunaan rokok elektrik untuk narkotika.
Pemkab Kulonprogo menggandeng UNY membuka program S2 jalur RPL bagi ASN yang dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun.