Cegah Klithih, Perwira Polisi Ini Latih Anak-Anak Bermain Judo

Kompol Heli Wijiyatno (tengah, belakang) berfoto bersama anak-anak seusai latihan Judo, Sabtu (12/1/2019). IST - Dok. Heli Wijiyatno
14 Januari 2019 23:57 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN – Aksi kekerasan di Jogja atau lazim sering disebut dengan klithih yang melibatkan anak-anak membuat masyarakat resah. Salah satu perwira polisi yang bertugas di Polda DIY Kompol Heli Wijiyatno mengajak anak-anak dan pemuda untuk mengisi waktu dengan kegiatan olahraga agar tidak terjerumus pada kelompok geng yang berujung pada kekerasan.

Heli turut melatih para remaja itu dengan olahraga bantingan atau Judo. Kasi Pembinaan dan Penyuluhan Ditbinmas Polda DIY ini mengajak seluruh remaja di wilayah DIY untuk berkegiatan positif, salah satunya dengan bergabung dalam Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) DIY. Kegiatan olahraga itu dinilai penting agar anak memiliki karakter mampu memahami aturan di level masyarakat bangsa dan Negara. Selain itu, remaja harus berakhlak baik, memiliki jiwa kemandirian dan bertanggungjawab.

Ia menegaskan, mengisi waktu luang dengan kegiatan olahraga bisa menjadi solusi agar anak tidak terjerumus pada aksi kekerasan jalanan atau klithih. “Jangan sebaliknya senang klithah klithih sehingga mudah ikut-ikutan melakukan kejahatan jalanan dengan istilah klithih itu. Sehingga berurusan dengan polisi akhirnya terhambat bahkan gagal meraih cita-cita,” terangnya kepada Harianjogja.com Senin (14/1/2019).

Heli merupakan salah satu pelatih Yudo di Dojo Tunas Nusa Harapan yang bermarkas di Pringwulung, Caturtunggal, Depok, Sleman dan Dojo Mataram berlokasi di Balai Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman. Menurutnya, siapa saja boleh ikut berlatih dengan tidak dipungut biaya alias gratis. Latihan di Pringwulung digelar pada Minggu pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB dan Jumat pukul 18.30 WIB sampai 20.00 WIB. Sedangkan di Balai Desa Argomulyo dihelat Selasa dan Sabtu dengan waktu yang sama yaitu pukul 16.00 WIB sampai 17.30 WIB.

"Latihan ada fisik, teknik jatuhan, lemparan, kuncian, bertanding dan lain-lain. Tidak dipungut biaya, gratis. Saya sebagai pelatih, pembimbing berharap anak-anak yang memiliki waktu luang ikut kegiatan seperti ini, agar tidak terjerumus pada kegiatan tidak jelas yang berujung pada kejahatan jalanan,” ucap pria yang pernah menjabat Kapolsek di Kalasan dan Gamping, Sleman ini.