Lagi, Penyu Mati Ditemukan di Pesisir Pantai Kadilangu

Kondisi bangkai penyu saat pertama kali ditemukan di Muara Pantai Congot, Dusun Pasir Kadilangu, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Selasa (6/8/2019). - Ist/ dok
07 Agustus 2019 00:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Warga Dusun Pasir Kadilangu, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, digegerkan dengan penemuan seekor penyu yang sudah dalam kondisi membusuk di Muara Pantai Congot, desa setempat, Minggu (4/8/2019). Bangkai penyu itu pertama kali ditemukan oleh warga sekitar, Triyono saat sedang menjaring ikan.

"Saya lihatnya pas lagi menjaring ikan, ada kaya penyu gitu sekitar 25 meter dari pantai, tapi kok gak bergerak, pas saya datangi, bener ternyata memang penyu, tapi sudah mati dan kondisinya mengenaskan, kaya masih ada darahnya gitu di kulitnya," kata Triyono, Selasa (6/8/2019).

Penemuan ini kemudian dilaporkan kepada tokoh masyarakat dusun setempat.

Tokoh Masyarakat Dusun Pasir Kadilangu Suparyono saat dimintai konfirmasi membenarkan penemuan tersebut. Namun saat ini bangkai itu sudah lenyap. Pihaknya tidak mengetahui pasti hilangnya bangkai itu. Sejumlah dugaan muncul, mulai dari diambil orang tak bertanggung jawab untuk dimanfaatkan tempurungnya hingga kemungkinan terbawa ombak pantai.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penemuan ini menambah daftar panjang penyu mati di kawasan tersebut. Sebelumnya pada 2018 sebanyak 10 ekor penyu ditemukan mati dengan kondisi yang mengenaskan, salah satunya tempurung yang pecah.

Dia mengatakan imbauan kepada masyarakat agar turut menjaga kelestarian binatang yang dilindungi itu sebenarnya sudah dilakukan. Apabila menemukan penyu dalam kondisi hidup, lanjutnya masyarakat Dusun Pasir Kadilangu telah berkomitmen untuk menyelamatkannya.

Penemuan ini mendapat perhatian Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo. Jawatan tersebut mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian penyu.

"Minimal jangan mengganggu pendaratan penyu yang akan dan sedang bertelur serta jangan mengganggu atau mengambil telur-telur penyu yang bukan dalam rangka konservasi," kata Kepala DKP Kulonprogo, Sudarna.