IPK di Bawah 3, Mahasiswa Penerima Beasiswa Sukoharjo Terancam Gugur
Dua penerima beasiswa Sukoharjo terancam gugur karena IPK rendah. Pemkab longgarkan syarat seleksi 2026.
Anggota Komisi C DRPD Bantul, Suradal, saat sidak di SD Pucung, Wukirsari, Imogiri, Bantul.-Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
Harianjoga.com, BANTUL- Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko, angkat bicara terkait dengan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap sejumlah proyek pembangunan sekolah yang dilakukan beberapa Komisi DPRD Bantul.
Menurutnya memang materi yang digunakan untuk membangun SD Pucung, Wukirsari, Bantul tidak sepenuhnya menggunakan material baru.
"Dari perencanaan awal memang semuanya tidak menggunakan material baru, karena ini bukan rehab total ya. Ini hanya perbaikan saja," katanya ketika ditemui Harianjogja.com pada Minggu (22/12/2019).
"Perencaan kan ada dua awalnya, yang di SD Pucung itu hanya perbaikan, namun setelah dilakukan pengecekan ternyata kuda-kuda dan juga beberapa material harus terpaksa diganti, lalu yang prioritas itu lah yang kami kerjakan, karena itu sangat berbahaya," tambahnya.
Alhasil dana sekitar Rp1 miliar lebih tersebut dialolasikan untuk beberapa bagian yang sangat berbahaya seperti kuda-kuda dan juga bagian atap kelas di SD Pucung.
Isdarmoko juga menepis temuan genting yang seharusnya di MC100 74,36 meter kubik tetapi hanya dikerjakan rekanan dengan jumlah 35 meter kubik.
"Tidak seperti itu, intinya itu 35 meter kubik itu berdasarkan evaluasi dan juga perencanaan, jadi itu sudah sesuai bahwa tidak ada yang baru, termasuk gentingnya juga yang tidak harus baru dan juga kusen jendela," tegasnya.
"Kenapa seperti itu, karena jika mengikuti dana di awal itu tidak mencukupi, maka dari itu kami maksimalkan di bagian-bagian yang urgent itu tadi seperti kuda-kuda di bagian atap," lanjutnya.
Disdikpora sendiri akan mengumpulkan sejumlah pihak seperti rekanan, konsultan perencana, konsultan pengawas termasuk, PPK, guna meluruskan polemik tersebut.
Kendati demikian Isdarmoko juga menyampaikan bahwa pihaknya tetap menghormati beberapa Komisi DPRD yang melakukan sidak, menurutnya hal tersebut sangat berguna sebagai kontrol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua penerima beasiswa Sukoharjo terancam gugur karena IPK rendah. Pemkab longgarkan syarat seleksi 2026.
Qodari dorong ANTARA perkuat jurnalisme data, transformasi digital, dan jaringan daerah agar tetap relevan di era media digital 2026.
Pemkab Sleman dan RSUD Prambanan lakukan audit medis dan etik usai kasus pasien anak meninggal. Proses hukum dan investigasi terus berjalan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa ANTARA memiliki posisi penting dalam ekosistem informasi nasional karena menjadi sumber rujukan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu pengunduran diri dan menegaskan tetap menjalankan tugas sesuai arahan Presiden Prabowo.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.