Proyek Sekolah di Bantul Ditemukan Keanehan, Begini Dalih Pemkab Bantul

Anggota Komisi C DRPD Bantul, Suradal, saat sidak di SD Pucung, Wukirsari, Imogiri, Bantul.-Harian Jogja - Kiki Luqmanul Hakim
23 Desember 2019 08:37 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16). Bantul Share :

Harianjoga.com, BANTUL- Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko, angkat bicara terkait dengan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap sejumlah proyek pembangunan sekolah yang dilakukan beberapa Komisi DPRD Bantul.

Menurutnya memang materi yang digunakan untuk membangun SD Pucung, Wukirsari, Bantul tidak sepenuhnya menggunakan material baru.

"Dari perencanaan awal memang semuanya tidak menggunakan material baru, karena ini bukan rehab total ya. Ini hanya perbaikan saja," katanya ketika ditemui Harianjogja.com pada Minggu (22/12/2019).

"Perencaan kan ada dua awalnya, yang di SD Pucung itu hanya perbaikan, namun setelah dilakukan pengecekan ternyata kuda-kuda dan juga beberapa material harus terpaksa diganti, lalu yang prioritas itu lah yang kami kerjakan, karena itu sangat berbahaya," tambahnya.

Alhasil dana sekitar Rp1 miliar lebih tersebut dialolasikan untuk beberapa bagian yang sangat berbahaya seperti kuda-kuda dan juga bagian atap kelas di SD Pucung.

Isdarmoko juga menepis temuan genting yang seharusnya di MC100 74,36 meter kubik tetapi hanya dikerjakan rekanan dengan jumlah 35 meter kubik.

"Tidak seperti itu, intinya itu 35 meter kubik itu berdasarkan evaluasi dan juga perencanaan, jadi itu sudah sesuai bahwa tidak ada yang baru, termasuk gentingnya juga yang tidak harus baru dan juga kusen jendela," tegasnya.

"Kenapa seperti itu, karena jika mengikuti dana di awal itu tidak mencukupi, maka dari itu kami maksimalkan di bagian-bagian yang urgent itu tadi seperti kuda-kuda di bagian atap," lanjutnya.

Disdikpora sendiri akan mengumpulkan sejumlah pihak seperti rekanan, konsultan perencana, konsultan pengawas termasuk, PPK, guna meluruskan polemik tersebut.

Kendati demikian Isdarmoko juga menyampaikan bahwa pihaknya tetap menghormati beberapa Komisi DPRD yang melakukan sidak, menurutnya hal tersebut sangat berguna sebagai kontrol.